RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Sekretaris Jenderal Bidang ESDM, Lingkungan Hidup dan Kehutanan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jay Singgih mendorong pengusaha muda HIPMI Jaya 2026 bergerak cepat mengembangkan usaha guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Jay dalam penutupan Pendidikan dan Latihan Daerah (Diklatda) BPD HIPMI Jaya 2026 di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Jay mengatakan, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional harus dimulai dari kemajuan perusahaan masing-masing.
“Saya sampaikan sekarang adalah bagaimana para peserta mengambil peran dan bergerak cepat supaya benar-benar dapat memberikan dampak bagi pertumbuhan perekonomian nasional. Itu dimulai dari memajukan perusahaan masing-masing,” ujar Jay dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Menurut dia, di tengah ketidakpastian ekonomi global, pengusaha harus mampu beradaptasi dengan memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan efisiensi, serta menjaga hubungan baik dengan lembaga pembiayaan, baik perbankan maupun nonperbankan.
Baca juga : Jay Singgih Dorong Pengusaha Muda HIPMI Kaltim Naik Kelas
Ia juga mengingatkan, jumlah wirausaha di Indonesia masih berada di bawah 4 persen sehingga peran pengusaha muda menjadi sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Selain itu, Jay menilai masuknya investasi asing ke Indonesia tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, melainkan peluang untuk membangun kemitraan strategis.
Menurut dia, kerja sama melalui skema keagenan, usaha patungan (joint venture), maupun distributor dapat menjadi jalan bagi pengusaha nasional untuk memperluas bisnis sekaligus memperkuat iklim investasi yang kondusif.
“Masuknya perusahaan asing jangan dipandang sebagai kompetitor. Jadikan itu peluang kemitraan strategis yang tetap mengedepankan kepentingan nasional,” katanya.
Jay menambahkan HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah harus memiliki keselarasan dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional, sekaligus tetap memberikan masukan secara konstruktif kepada pemerintah.
Baca juga : Lemhannas Minta Kepala Daerah Adaptif Hadapi Geopolitik Indo-Pasifik
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Jaya Muhammad Riandy Haroen mengatakan pengusaha muda perlu mencermati dinamika ekonomi global yang penuh tantangan dengan menyesuaikan strategi bisnis agar tetap mampu bertahan dan berkembang.
Menurut dia, Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional membutuhkan dunia usaha yang kuat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Ia berharap Diklatda HIPMI Jaya tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi wadah peningkatan kapasitas dan perluasan jejaring bisnis bagi para pengusaha muda.
“Kerja sama antaranggota HIPMI Jaya akan menjadi modal penting dalam menghadapi perkembangan ekonomi sekaligus memperkuat Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional,” ujar Riandy.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan kondisi ekonomi global yang belum stabil mulai memengaruhi aktivitas ekonomi dan ruang fiskal daerah sehingga sektor swasta perlu mengambil peran lebih besar.
Baca juga : Anggota DPR & Pengusaha Nasional Rachmat Gobel Meninggal Dunia
Menurut dia, HIPMI Jaya memiliki potensi untuk memperluas kegiatan usaha, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga perputaran ekonomi masyarakat di berbagai sektor.
“Teman-teman di sektor swasta harus terus bergerak secara masif dan dinamis untuk menjadi tulang punggung pertumbuhan perekonomian kita,” kata Wibi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.