Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Yudo Margono: Sinergi, Kunci Penguatan Industri Maritim Nasional
Selasa, 7 Juli 2026 20:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dinamika geopolitik, geostrategi, dan geoekonomi global menuntut Indonesia memperkuat fondasi industri maritim agar mampu menjaga daya saing sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah perubahan yang semakin cepat, stabilitas sektor pelayaran dan logistik dinilai tidak cukup hanya ditopang infrastruktur, tetapi juga memerlukan kepastian hukum, regulasi yang konsisten, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Berbagai tantangan masih membayangi industri maritim nasional. Ketidakpastian regulasi, tekanan ekonomi dunia, meningkatnya persaingan antarkawasan, hingga persoalan keamanan laut menjadi faktor yang harus diantisipasi secara serius.
Baca juga : Menaker: Tak Ada PHK Di Tokopedia, Hanya Penataan Internal
Pada aktivitas pelayaran internasional, persoalan hukum juga kerap muncul, mulai dari penahanan kapal yang dinilai tidak sesuai ketentuan, perbedaan penafsiran kontrak, hingga sengketa antara pemilik kapal, operator, pemilik muatan, perusahaan asuransi, dan berbagai pihak yang berada dalam yurisdiksi hukum berbeda. Situasi tersebut berpotensi memicu sengketa lintas negara yang membutuhkan keterlibatan aktif Pemerintah melalui koordinasi antarkementerian dan lembaga.
Kondisi itu menunjukkan, penguatan ekosistem perlindungan hukum menjadi kebutuhan mendesak bagi industri maritim nasional. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar menjadikan sektor maritim sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global.
Baca juga : Pemerintah Kebut Pengembangan Papua Selatan Jadi Lumbung Pangan Nasional
Selain kesiapan operasional, pelayaran internasional juga membutuhkan dukungan diplomasi, kepastian hukum, dan pendampingan hukum maritim yang profesional. Karena itu, mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif menjadi salah satu prasyarat penting untuk menciptakan iklim pelayaran yang aman, adil, dan berkelanjutan. Kesadaran tersebut mendorong Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) menggelar seminar bertajuk "Strategi Penguatan Industri Maritim Nasional Menghadapi Dinamika Global" di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya