Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lemhannas Minta Kepala Daerah Adaptif Hadapi Geopolitik Indo-Pasifik
Rabu, 15 Juli 2026 14:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) TB Ace Hasan Syadzily mengingatkan para kepala daerah agar mampu membaca dinamika geopolitik global, khususnya rivalitas yang berkembang di kawasan Indo-Pasifik.
Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar kebijakan pembangunan daerah tetap adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis dan selaras dengan agenda pembangunan nasional.
Hal itu disampaikan Ace Hasan saat membuka Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III bertema "Kepemimpinan Daerah yang Tangguh di Era Geopolitik Global dan Disrupsi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045" di Kantor Lemhannas, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Ace Hasan mengatakan, rivalitas geopolitik di kawasan Indo-Pasifik kini semakin memengaruhi arah kebijakan ekonomi, stabilitas keamanan, hingga keseimbangan sosial, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Baca juga : Prabowo Minta Kepala Daerah Awasi MBG
Karena itu, menurutnya, para kepala daerah dituntut mampu memahami perkembangan global dan menyelaraskannya dengan program prioritas di daerah masing-masing sesuai rencana pembangunan daerah.
"KPPD hadir sebagai sarana pembelajaran strategis untuk memperkuat kemampuan analisis geopolitik, ketahanan nasional, dan kepemimpinan visioner," katanya.
Ia menjelaskan, KPPD diselenggarakan sebagai instrumen strategis untuk menumbuhkan karakter kenegarawanan, memperdalam wawasan kebangsaan, serta meningkatkan pemahaman terhadap lingkungan strategis guna memastikan implementasi Asta Cita berjalan secara konsisten dan terintegrasi.
"Ini bukan sekadar teori, tapi juga pengalaman langsung melihat praktik pelayanan publik terbaik," tuturnya.
Baca juga : Emas Dinilai Makin Strategis di Tengah Gejolak Geopolitik Global
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Lemhannas RI, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), dan Kementerian Dalam Negeri.
Kegiatan dibagi ke dalam tiga tahap, yakni pembekalan selama empat hari di Lemhannas RI, pembelajaran eksekutif selama enam hari di Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), serta finalisasi dan presentasi rencana aksi selama dua hari di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri.
KPPD Angkatan III diikuti oleh 25 kepala daerah yang terdiri atas 23 bupati dan dua wali kota dari berbagai wilayah di Indonesia.
Program berlangsung pada 15–28 Juli 2026. Ace Hasan berharap para peserta dapat membawa pulang perspektif baru yang berlandaskan kolaborasi lintas sektor, inovasi, dan keberpihakan pada kepentingan nasional.
Baca juga : Kakorlantas Minta Jajaran Siap Hadapi Tantangan Demografi & Kemajuan Teknologi
Menurutnya, KPPD 2026 merupakan investasi strategis untuk memperkuat fondasi kepemimpinan daerah agar tetap tangguh dalam menghadapi persaingan global.
"Kami, Lemhannas bersama Kemendagri dan PYC, akan memonitor hasil rencana kerja dan perencanaan yang disusun para kepala daerah, untuk kemudian ditindaklanjuti agar dapat diimplementasikan secara optimal di masing-masing daerah," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya