Dark/Light Mode

TNI-Polri Jaga Ketahanan Pangan: Langkah Strategis Hadapi Geopolitik Global

Minggu, 28 Juni 2026 21:20 WIB
Direktur Eksekutif Indonesia Police Monitoring Ferdinand Hutahaean. Foto: Dok RM.id
Direktur Eksekutif Indonesia Police Monitoring Ferdinand Hutahaean. Foto: Dok RM.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Indonesia Police Monitoring Ferdinand Hutahaean menilai, di tengah ketidakpastian geopolitik global yang kian dinamis, ketahanan pangan kini bertransformasi menjadi pilar utama kedaulatan sebuah negara.

Sehingga, keterlibatan aktif jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam sektor pertanian dan pangan dinilai sebagai langkah taktis yang visioner dari kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. ​

"Kebijakan ini bukan sekadar urusan domestik, melainkan respons antisipatif terhadap situasi dunia yang rentan terhadap krisis energi dan pangan. Sinergi ini menegaskan komitmen Pemerintah untuk memastikan perut rakyat tetap aman di tengah potensi guncangan global," kata Ferdinand dalam keterangan video di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Baca juga : Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Beri Ruang Inovasi Bagi Direksi

Diakuinya, keterlibatan aparat keamanan dalam mengawal sektor pangan kerap memicu perdebatan di ruang publik. Namun, jika dilihat dari kacamata strategis yang lebih luas, langkah ini memiliki landasan pertahanan yang sangat kuat. ​

Pertama, ini respons terhadap instabilitas geopolitik. Ketegangan internasional saat ini berpotensi memicu persaingan ketat antarnegara dalam mengamankan pasokan pangan dan energi mereka sendiri.

​Kedua, strategi pertahanan non-militer. Kedaulatan, kata dia, kini tidak lagi hanya diukur dari kecanggihan alutsista dan rudal balistik, melainkan dari kemandirian domestik dalam memenuhi kebutuhan paling dasar warga negaranya. ​

Baca juga : Pemerintah Pastikan, Stok Pangan Aman Hadapi El Nino

Ketiga, optimalisasi sumber daya. TNI dan Polri memiliki struktur organisasi yang solid hingga ke tingkat desa (Babinsa dan Bhabinkamtibmas), menjadikannya instrumen yang sangat efektif untuk mendampingi petani, mengamankan distribusi, dan membuka lahan-lahan produktif baru. ​

Keempat, visi tajam untuk perut takyat. Dikatakan, urusan pangan dan energi adalah hal yang vital dan tidak bisa ditawar-tawar.

"Ketika geopolitik global berada pada titik kritis, negara harus hadir dengan seluruh kekuatannya untuk mengamankan stabilitas kebutuhan harian masyarakat," terangnya. ​

Baca juga : Prabowo: Indonesia Pilih Jalan Kemandirian di Tengah Gejolak Global

Melalui kebijakan ini, sambung Ferdinand, Pemerintah mendorong perubahan cara pandang (mindset) publik agar tidak melihat peran TNI-Polri secara sempit.

"Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa pertahanan negara di era modern berjalan beriringan dengan ketahanan pangan nasional demi mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan siap menghadapi tantangan zaman," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.