BREAKING NEWS
 

Percepat Implementasi ISPO, AKPY-BPDP Dan Ditjenbun Latih 150 Pekebun Sawit Wajo

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 18 Juli 2026 13:42 WIB
Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Foto: AKPY

RM.id  Rakyat Merdeka - Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pekebun dinilai menjadi kunci mempercepat penerapan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan sekaligus mendukung sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Untuk itu, Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian melatih 150 pekebun sawit asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang berlangsung pada 14–20 Juli 2026 di Makassar.

Direktur AKPY Sri Gunawan mengatakan peningkatan kualitas SDM pekebun menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri sawit nasional. Menurutnya, pekebun yang memiliki kompetensi memadai akan lebih mampu menerapkan praktik budidaya yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP), meningkatkan produktivitas, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

"Tahun ini BPDP mendukung pelatihan bagi 15.900 pekebun di seluruh Indonesia melalui sekitar 530 kelas dengan anggaran hampir Rp250 miliar. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM pekebun sawit," ujarnya.

Baca juga : BPDP-Ditjenbun-AKPY Siapkan Regenerasi Pekebun Sawit Adaptif Teknologi

Sri Gunawan menjelaskan pelatihan ini juga menjadi langkah strategis untuk mempercepat implementasi ISPO di tingkat pekebun rakyat. Para peserta memperoleh materi mulai dari persiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman, penggunaan benih unggul bersertifikat, pemupukan berimbang, pengelolaan tanah, konservasi air, hingga pengendalian hama dan penyakit.

Selain itu, peserta dibekali strategi menghadapi perubahan iklim dan ancaman El Niño. Menurut Sri Gunawan, pekebun perlu memahami berbagai langkah mitigasi, seperti membangun embung dan rorak, memanfaatkan pelepah sebagai bahan organik, menjaga kesehatan tanah, serta menerapkan pemupukan secara tepat.

"Kunci mempertahankan produktivitas saat El Niño adalah menjaga ketersediaan air dan kesehatan tanah. Iklim tidak bisa dikendalikan, tetapi tanah dapat dikelola agar tetap sehat sehingga tanaman mampu beradaptasi," katanya.

Adsense

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, Nurul Fitriany Alimuddin, mengatakan peningkatan kapasitas SDM menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing sawit rakyat.

Baca juga : AKPY Gandeng BPDP-Ditjenbun Latih Pekebun Sawit Kalsel Tingkatkan Produktivitas

Ia mengungkapkan, sejak 2022 hingga 2026 BPDP telah memfasilitasi pelatihan bagi 1.681 pekebun, keluarga pekebun, dan tenaga teknis di Sulawesi Selatan. Khusus Kabupaten Wajo, sebanyak 459 pekebun dijadwalkan mengikuti pelatihan selama periode 2025–2026.

Menurutnya, tantangan utama yang masih dihadapi pekebun adalah penerapan budidaya yang baik, terutama penggunaan benih unggul bersertifikat. Karena itu, hasil pendataan peserta akan dimanfaatkan sebagai dasar pengusulan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) maupun bantuan sarana dan prasarana.

"Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong penerapan budidaya yang baik di lapangan sehingga produktivitas dan kualitas hasil panen meningkat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo Andi Pamereni mengatakan peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci menghadapi perubahan iklim, perkembangan teknologi, dan tuntutan perkebunan berkelanjutan.

Baca juga : Seleksi BIB Kemenag Masuki Tahap AKAP, Diikuti 12.696 Pendaftar

Ia menyebut Kabupaten Wajo memiliki potensi pengembangan perkebunan sawit sekitar 22.000 hektare, dengan sekitar 8.500 hektare telah ditanami. Potensi tersebut, kata dia, harus didukung oleh pekebun yang kompeten agar produktivitas terus meningkat.

"Saya berharap pelatihan ini mampu melahirkan pekebun yang kompeten, menerapkan Good Agricultural Practices, menjaga kelestarian lingkungan, dan menghasilkan usaha perkebunan yang berdaya saing serta berkelanjutan," katanya.

Melalui sinergi BPDP, Ditjenbun, AKPY, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Wajo, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pekebun sekaligus mempercepat penerapan perkebunan sawit berkelanjutan dan implementasi ISPO di tingkat pekebun rakyat. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense