Dark/Light Mode

BPDP Gandeng Ditjenbun Dan AKPY Latih Pekebun OKI Tingkatkan Produktivitas Sawit

Senin, 8 Juni 2026 19:28 WIB
Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) Dr. Sri Gunawan membuka Pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit bagi pekebun asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (8/6/2026). (Dok. AKPY)
Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) Dr. Sri Gunawan membuka Pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit bagi pekebun asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (8/6/2026). (Dok. AKPY)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) menggelar Pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit bagi 122 pekebun asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Pelatihan yang berlangsung di Palembang pada 8–12 Juni 2026 itu merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026. Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan teknis petani agar produktivitas kebun dan pendapatan pekebun terus meningkat.

Direktur AKPY Sri Gunawan mengatakan, peningkatan kompetensi petani menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga daya saing industri sawit nasional yang hingga kini masih menjadi yang terbesar di dunia.

"Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan Indonesia yang saat ini masih menjadi nomor satu di dunia. Karena itu, produktivitas dan daya saingnya harus terus dijaga. Salah satu kuncinya adalah meningkatkan kemampuan dan keterampilan petani," ujar Sri Gunawan saat membuka pelatihan, Senin (8/6/2026).

Menurut dia, keberhasilan usaha kelapa sawit tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit dan pemupukan. Ketepatan panen dan penanganan pascapanen juga menjadi faktor penting yang memengaruhi mutu hasil dan pendapatan petani.

Sri Gunawan menjelaskan, kesalahan dalam menentukan tingkat kematangan buah, pengangkutan, maupun penyimpanan tandan buah segar (TBS) dapat menurunkan kualitas buah dan rendemen minyak yang dihasilkan.

Baca juga : Pemkab Cilacap Dukung Peluncuran MIRAVIS Duo Untuk Tingkatkan Produktivitas Padi

Karena itu, peserta dibekali berbagai materi teknis mulai dari standar kematangan buah, teknik panen yang benar, pengelolaan mutu TBS, hingga penanganan dan pengangkutan hasil panen menuju pabrik kelapa sawit.

"Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kompetensi petani agar produktivitas kebun meningkat dan pada akhirnya kesejahteraan petani juga ikut naik," katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana sekaligus Pelaksana Harian Bidang Kelembagaan Usaha dan Penyuluhan Herlan Kagami.

Menurut Herlan, panen merupakan tahapan paling krusial dalam siklus usaha perkebunan karena menjadi penentu kualitas hasil yang akan dipasarkan.

"Panen adalah pekerjaan terakhir dari kegiatan budidaya tanaman. Tujuan panen adalah mengumpulkan komoditas dari lahan dengan tingkat kematangan yang tepat dan kerusakan yang minimal," ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan usaha perkebunan tidak hanya ditentukan oleh proses budidaya, tetapi juga oleh ketepatan panen dan kualitas penanganan pascapanen. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas petani melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan agar mampu mengelola usaha perkebunan secara profesional dan berkelanjutan.

Baca juga : BGN Lakukan Efisiensi, Perkuat Tata Kelola, dan Tingkatkan Efektivitas MBG

Dalam pelatihan kali ini, seluruh peserta berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir. Daerah tersebut menjadi penyumbang peserta terbanyak dalam program pengembangan SDM sawit di Sumatera Selatan.

Mewakili Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI, Dedi Kurniawan menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah yang terus membuka akses peningkatan kapasitas bagi para pekebun.

"Alhamdulillah, tahun ini seluruh 122 peserta berasal dari Kabupaten OKI. Ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan yang sangat berarti bagi pekebun kami," kata Dedi.

Peserta berasal dari 10 koperasi dan kelembagaan pekebun sawit yang tersebar di berbagai kecamatan di OKI. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada petani lainnya.

Kebutuhan peningkatan kompetensi petani dinilai semakin penting mengingat OKI menjadi salah satu daerah dengan realisasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terbesar di Indonesia. Hingga 2025 tercatat terdapat 51 lembaga pengusul PSR dengan total luas areal sekitar 35.784 hektare.

Sebagian besar kebun hasil peremajaan yang ditanam pada periode 2019–2020 kini mulai memasuki masa produktif. Kondisi tersebut menuntut petani memiliki keterampilan teknis yang memadai agar potensi produksi dapat dimaksimalkan sejak awal masa panen.

Baca juga : Pemerintah Tingkatkan SDM Vokasi Siap Kerja

Selain peningkatan kemampuan teknis, Sri Gunawan juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan petani melalui koperasi dan kelompok tani.

Menurutnya, kelembagaan yang kuat dapat meningkatkan posisi tawar petani, memperbesar volume pemasaran, sekaligus membantu menjaga kualitas TBS yang dijual ke pabrik.

"Petani harus berkelompok dan membangun koperasi yang sehat serta mandiri. Dengan kelembagaan yang kuat, kualitas buah dapat dijaga, volume penjualan lebih besar, dan posisi tawar terhadap pabrik juga menjadi lebih baik," ujarnya.

Melalui kolaborasi BPDP, Ditjenbun, dan AKPY, program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pekebun sawit yang profesional dan terampil dalam menerapkan standar panen serta pascapanen yang baik.

Dengan peningkatan kualitas SDM, produktivitas kebun rakyat diharapkan terus meningkat sehingga kesejahteraan petani terangkat dan daya saing industri sawit Indonesia semakin kuat di pasar global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.