Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perketat Pengawasan, Prabowo Yakin Insiden MBG Bisa Ditekan Sampai 0 Persen
Selasa, 18 November 2025 13:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Pemerintah bertanggung jawab penuh atas insiden yang muncul terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan, negara tidak akan menghindari tanggung jawab.
Presiden Prabowo menjelaskan, dari puluhan juta makanan yang disalurkan setiap hari, tetap ada potensi gangguan pencernaan. Namun, ia menegaskan bahwa Pemerintah tetap bertindak dan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak berulang.
“Karena itu sekarang persiapan lebih ketat, pemantauan lebih keras. Kita minta semua prosedur yang perlu diambil, harus diambil,” kata Prabowo, saat peluncuran Digitalisasi Pembelajaran di SMPN 4 Bekasi, Senin (17/11/2025).
Prabowo bersyukur, percepatan MBG berjalan jauh lebih cepat dari ekspektasi.
Baca juga : Tembus Pegunungan, Prabowo Pastikan Semua Sekolah Dapat IFP
“Alhamdulillah, Makan Bergizi Gratis hari ini sudah mencapai 44 juta, salah satu prestasi tercepat terbesar di dunia. Presiden Brazil menyampaikan ke saya, Brazil memerlukan 11 tahun untuk mencapai 40 juta. Kita belum sampai 12 bulan, sudah mencapai 44 juta,” ungkapnya.
Namun, ia menegaskan bahwa Pemerintah tidak boleh berpuas. Karena target akhir adalah 82,9 juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah dan ibu hamil.
Saat menemui warga, Prabowo menceritakan banyak anak yang menyampaikan bahwa mereka belum menerima MBG.
“Saya jawab, sabar, sabar… Ini adalah yang paling cepat yang kita mampu. Karena ini uang rakyat, harus disiapkan dengan baik. Persiapannya harus matang, supaya tidak terjadi penyimpangan,” ujarnya.
Baca juga : Kemenhut Perjuangkan Aturan Pasar Karbon Yang Adil Dan Inklusif Di COP30
Prabowo menyampaikan, sebagian besar masyarakat merasakan manfaat langsung dari MBG. “Kalaupun ada beberapa orang yang tidak setuju, itu saya kira wajar. Tapi secara garis besar, sebagian besar setuju. Tanya guru-guru, anak-anak itu merasa manfaat atau tidak dapat makanan sekali makan di sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, MBG bukan sekadar program makan, tetapi investasi jangka panjang bagi generasi muda.
“Saya haqqul yaqin, mereka merasakan manfaatnya. Mereka akan jadi lebih kuat. Dia akan makan protein, dia akan jadi lebih tinggi, ototnya lebih baik, tulangnya lebih kuat, sel otaknya lebih cerdas,” ujar Prabowo.
Persiapan yang baik adalah kunci agar tidak terjadi lagi kelalaian prosedur. Dengan begitu, Prabowo yakin insiden MBG bisa terus ditekan bahkan bisa sampai 0 persen.
Baca juga : Nikah Dengan Pria AI Buatan Sendiri
Pemerintah serius mengatasi persoalan keracunan ini. Semenjak kasus keracunan terjadi, Pemerintah langsung bergerak memitigasi. Sejumlah dapur bermasalah langsung ditutup.
Langkah evaluasi pun langsung dijalankan, meliputi kewajiban sertifikasi laik higienis bagi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG, evaluasi juru masak, penyederhanaan menu, pemantauan oleh puskesmas, hingga pembentukan satgas penanganan di tingkat daerah untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan.
Paralel dengan itu, Pemerintah juga memperkuat kerangka regulasi untuk optimalisasi program MBG. Pemerintah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait Tim Koordinasi dan Peraturan Presiden (Perpres) terkait Tata Kelola Penyelenggaraan MBG.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya