BREAKING NEWS
 

106.474 Wisman Berangkat dari Stasiun Regional, KAI Catat Tren Positif

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 20 Juli 2026 15:19 WIB
Foto: KAI.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 308.874 wisatawan mancanegara menggunakan layanan kereta api jarak jauh (KA JJ) selama Januari–Juni 2026.

Jumlah tersebut meningkat 2,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 301.219 pelanggan.

Dari total tersebut, sebanyak 106.474 wisman atau 34,47 persen memulai perjalanan dari 222 stasiun di luar 10 stasiun dengan volume pelanggan mancanegara tertinggi.

Artinya, sekitar satu dari tiga wisatawan asing pengguna KA jarak jauh kini berangkat dari stasiun regional.

Dibandingkan Semester I 2025, jumlah wisman yang berangkat dari kelompok stasiun regional meningkat 4,87 persen, dari 101.531 menjadi 106.474 pelanggan.

Kenaikan sebanyak 4.943 pelanggan itu berkontribusi 64,57 persen terhadap total tambahan bersih 7.655 pelanggan mancanegara selama satu tahun terakhir.

Sejalan dengan itu, porsi perjalanan dari stasiun di luar 10 terbesar juga meningkat, dari 33,71 persen menjadi 34,47 persen.

Baca juga : Persib Bangkit dari Tertinggal, Reijnders Akui Start Buruk

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, tren tersebut menunjukkan semakin beragamnya pilihan destinasi yang dikunjungi wisatawan mancanegara.

"Wisatawan mulai menggunakan lebih banyak stasiun sebagai titik awal perjalanan. Pola ini membuka ruang bagi kota-kota regional untuk memperkenalkan kekuatan budaya, kuliner, sejarah, alam, serta kehidupan masyarakatnya," ujar Anne.

Tren positif tersebut terjadi di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisman pada Mei 2026 mencapai 1,38 juta kunjungan atau naik 5,83 persen dibandingkan Mei 2025.

Sementara itu, UN Tourism melaporkan perjalanan wisata internasional tumbuh 2 persen pada triwulan pertama 2026 dan diproyeksikan meningkat 3–4 persen sepanjang tahun.

Di lingkungan operasional KAI, sebanyak 11 dari 13 wilayah operasi mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan mancanegara dibandingkan Semester I 2025. Sementara dua wilayah lainnya mengalami penurunan.

Pertumbuhan tertinggi tercatat di Divisi Regional IV Tanjungkarang sebesar 12,76 persen, disusul Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang sebesar 12,38 persen, Daop 5 Purwokerto sebesar 11,46 persen, dan Daop 8 Surabaya sebesar 11,42 persen.

Adsense

Menurut Anne, kondisi tersebut menunjukkan bahwa permintaan perjalanan wisatawan asing tidak lagi terpusat pada satu kawasan, melainkan mulai menyebar ke berbagai wilayah di Jawa dan Sumatra.

Baca juga : Terapkan Efisiensi dan Inovasi Agronomi, Kinerja Astra Agro Tumbuh Positif

Pada tingkat stasiun, Purwokerto melayani 5.780 wisman selama Semester I 2026 atau naik 20,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Stasiun Tegal mencatat 2.980 pelanggan atau meningkat 23,55 persen, sedangkan Stasiun Kiaracondong melayani 2.018 pelanggan atau naik 18,08 persen.

Pertumbuhan lebih tinggi secara persentase terjadi di sejumlah stasiun dengan basis pelanggan yang lebih kecil. Stasiun Garut melayani 587 wisman atau naik 41,79 persen.

Stasiun Purwakarta mencatat 617 pelanggan atau meningkat 56,20 persen. Sementara itu, Stasiun Bogor Paledang melayani 1.262 pelanggan atau hampir tiga kali lipat dibandingkan 420 pelanggan pada Semester I 2025.

Anne mengingatkan bahwa pertumbuhan persentase tersebut tetap perlu dilihat bersama dengan besaran volume pelanggan.

Menurutnya, stasiun-stasiun utama masih menjadi pintu masuk utama wisatawan, sementara peningkatan di stasiun regional menjadi sinyal berkembangnya pilihan perjalanan yang lebih beragam.

"Data stasiun dapat membantu daerah membaca perubahan pola kunjungan. Informasi tersebut dapat menjadi bahan untuk menyiapkan transportasi lanjutan, informasi destinasi, fasilitas publik, serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan," katanya.

Baca juga : Tegaskan Peran Kekuatan Sosial, FKPPI Siap Tularkan Semangat Kemerdekaan

Ia menambahkan, penyebaran perjalanan wisatawan berpotensi memperluas manfaat ekonomi apabila stasiun terhubung dengan baik ke destinasi wisata. Kehadiran wisatawan akan mendorong kebutuhan terhadap transportasi lanjutan, akomodasi, kuliner, jasa pemandu, produk kerajinan, hingga layanan ekonomi kreatif lainnya.

Menurut Anne, besarnya manfaat yang diterima masyarakat akan sangat ditentukan oleh kemudahan akses dari stasiun menuju destinasi, kualitas informasi, keamanan, kebersihan, dan kesiapan layanan di daerah tujuan.

"Stasiun dapat menjadi pintu masuk menuju pengalaman lokal. Keterhubungan yang baik akan membantu wisatawan menjangkau destinasi sekaligus mempertemukan mereka dengan produk dan layanan masyarakat di daerah," jelasnya.

Saat ini, KAI mengelola jaringan yang mencakup 627 stasiun dan 7.765 kilometer jalur rel aktif di Pulau Jawa dan Sumatra.

Jaringan tersebut mendukung perjalanan antarkota sekaligus menghubungkan berbagai pusat aktivitas dengan destinasi wisata di sejumlah daerah.

Anne menegaskan bahwa keselamatan, ketepatan waktu, kebersihan, kenyamanan sarana, kemudahan pemesanan, informasi yang mudah dipahami, serta konektivitas menuju transportasi lanjutan menjadi faktor penting dalam meningkatkan pengalaman perjalanan wisatawan mancanegara.

"Perluasan perjalanan ke 222 stasiun regional menunjukkan bahwa manfaat konektivitas dapat menjangkau lebih banyak daerah. Potensi itu perlu dipertemukan dengan kesiapan destinasi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan agar perjalanan wisatawan memberi nilai yang lebih luas bagi masyarakat," tutup Anne.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense