Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Keren, Adam Alis Bisa Bersaing Bareng Cristiano Ronaldo
- Eriksen Kembali Kolaps, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan
- Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut & Malut
- Dramatis! Garuda Muda Lolos ke Semifinal ASEAN U-19 2026
- Peduli Sejak Dini, Siswa JIS Buat Proyek Air Bersih Water Guardian untuk Warga
Tegaskan Peran Kekuatan Sosial, FKPPI Siap Tularkan Semangat Kemerdekaan
Rabu, 15 April 2026 16:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) menegaskan komitmennya sebagai kekuatan sosial yang siap menularkan semangat kemerdekaan.
Hal itu disampaikan Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo dalam acara halal bihalal di Griya Ardhya Garini, Jakarta Timur, Rabu (15/4/2026).
Pontjo menekankan pentingnya mempererat silaturahmi sekaligus membangun kesamaan pandangan dalam menghadapi tantangan bangsa.
“Intinya adalah mempererat silaturahmi. Tapi silaturahmi juga kita gunakan untuk membangun kesamaan pandangan. Apa masalah kita, bagaimana kita ke depan,” ujarnya.
Baca juga : Audiensi Dengan Gibran, Ipemi Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Menurut Pontjo, esensi Indonesia adalah kemerdekaan bagi seluruh rakyat, bukan sekadar entitas negara. Ia mengingatkan, meski penjajahan fisik telah berakhir sejak proklamasi, penjajahan mental masih berlangsung hingga kini.
“Tanpa pembebasan mental, rakyat Indonesia tidak akan pernah merdeka. Dia akan menjadi terjajah dalam bentuk penjajahan yang baru,” tegasnya.
Pontjo menilai perjuangan saat ini membutuhkan pendekatan sosial, bukan lagi kekuatan senjata. “Bentuk penjajahan hari ini justru memerlukan kekuatan sosial untuk melawan, tidak dalam bentuk senjata tetapi dalam bentuk perjuangan sosial,” katanya.
Menanggapi isu FKPPI akan menjadi partai politik, Pontjo menegaskan organisasinya tetap sebagai kekuatan masyarakat.
Baca juga : KPK Pelajari Putusan Praperadilan Sekjen DPR, Siapkan Langkah Lanjutan
“FKPPI bukan partai dalam konteks undang-undang, tapi FKPPI adalah kekuatan masyarakat,” tandasnya.
Dia menambahkan, gerakan besar dalam sejarah Indonesia lahir dari partisipasi masyarakat, bukan semata dari partai politik. Karena itu, FKPPI akan fokus menggalang kekuatan rakyat untuk mewujudkan kemerdekaan yang utuh, baik secara mental, ekonomi, maupun politik.
Pontjo juga menyoroti pentingnya peran cendekiawan dalam pembangunan bangsa. Ia menegaskan, pendapat akademisi tidak boleh dianggap sebagai upaya makar. “Pendapat itu tidak boleh diartikan lain,” katanya.
Di akhir sambutannya, Pontjo mengajak media dan masyarakat untuk kembali menggelorakan semangat kemerdekaan secara substantif, bukan sekadar pencitraan politik.
Baca juga : Momen Keakraban Prabowo dan Putin Saat Antar Kepulangan dari Rusia
“Tidak ada bangsa bisa maju dengan pencitraan. Harus dengan pemikiran yang jernih dan moral yang kuat,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya