BREAKING NEWS
 

Perta Arun Gas Bawa RI Jadi Pasar Re-Ekspor LNG Terbesar Dunia

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Jumat, 24 Juli 2026 13:27 WIB
Foto: Perta Arun Gas

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perta Arun Gas (PAG), bagian dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), berkontribusi mengantarkan Indonesia menjadi pasar pemuatan re-ekspor LNG terbesar (Largest Re-Export Loading Market LNG) di dunia. Capaian tersebut tercatat dalam International Gas Union (IGU) World LNG Report 2026 yang dirilis pada awal Juli 2026.

Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia menempati peringkat pertama dunia dengan volume pemuatan LNG mencapai 0,85 juta ton atau menguasai 17,3 persen pangsa pasar global. Kontribusi tersebut berasal dari Terminal Arun yang dioperasikan PAG, afiliasi Subholding Gas Pertamina.

President Director PAG Yan Syukharial mengatakan capaian tersebut sejalan dengan pengembangan bisnis LNG Hub sebagai salah satu tulang punggung bisnis perusahaan.

“Terminal Arun berstatus Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia serta telah tumbuh menjadi pusat LNG Hub baru di kawasan Asia,” ujarnya.

Baca juga : BRI Bertahan Jadi Salah Satu Bank Terbesar Dunia

Sebelumnya, pada Agustus 2022, melalui IHS Markit, PAG juga dinobatkan sebagai terminal reloading LNG paling aktif di dunia. Menurut Yan, pencapaian tersebut didukung komitmen perusahaan dalam menjaga keunggulan operasional, penerapan budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE), serta pengelolaan kilang yang andal dan aman.

Ia menambahkan, lokasi Terminal Arun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh, memberikan keuntungan strategis karena memudahkan penerimaan dan penyaluran pasokan LNG ke pasar global.

Adsense

“PAG terus berkomitmen mendukung ketahanan energi nasional melalui pengelolaan infrastruktur LNG yang andal, aman, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar LNG global,” katanya.

Sepanjang 2025, PAG melaksanakan 49 kegiatan operasional yang terdiri atas 27 kegiatan unloading, 11 kegiatan reloading, dan 11 kegiatan Gassing Up & Cooling Down (GUCD).

Baca juga : BSI-IBMA Perkuat Daya Saing Industri Bulion Nasional di Pasar Asia Tenggara

Realisasi unloading mencapai 1.499.085,17 meter kubik dengan total energi 34.806.990 MMBTU, sedangkan reloading mencapai 1.162.429,49 meter kubik dengan energi 27.016.005 MMBTU. Adapun kegiatan GUCD mencapai 176.847,75 meter kubik dengan total energi 4.107.643 MMBTU.

Dari sisi kinerja keuangan, sepanjang 2025 PAG membukukan pendapatan sebesar 105 juta dolar AS dan laba bersih sebesar 25,1 juta dolar AS.

“Kinerja ini membuktikan upaya perusahaan secara berkelanjutan dalam meningkatkan pertumbuhan positif di tengah berbagai tantangan,” ujar Yan.

Menurut dia, keberhasilan tersebut didukung sejumlah keunggulan strategis, antara lain status PAG sebagai satu-satunya operator PLB LNG di Indonesia, lokasi Terminal Arun yang dekat dengan pasar LNG Asia Tenggara dan Asia Selatan, serta dukungan sumber daya manusia yang profesional dan adaptif.

Baca juga : Prancis Hebat, Tapi Spanyol Tim Terbaik di Dunia

Ke depan, PAG akan terus meningkatkan keandalan operasional kilang dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Kami juga akan terus menghadirkan inovasi berkelanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” kata Yan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense