Dark/Light Mode

Wamenperin Dorong RI Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Kamis, 18 Juni 2026 13:43 WIB
Wamenperin Faisol Riza. (Foto: Aditya/RM)
Wamenperin Faisol Riza. (Foto: Aditya/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengajak, seluruh pemangku kepentingan memperkuat ekosistem industri halal nasional untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.

"Melalui kolaborasi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta sektor swasta, mari kita wujudkan ekosistem industri halal nasional yang semakin kuat, mandiri, inovatif, dan berdaya saing global," kata Faisol Riza saat membuka Kick-off Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurut dia, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama industri halal global karena didukung jumlah penduduk Muslim yang mencapai 248,6 juta jiwa atau sekitar 87,13 persen dari total populasi pada 2025.

Baca juga : Wamenperin: Potensi Belanja Produk Halal RI Capai Rp 11.182 T

Selain itu, konsumsi rumah tangga nasional mencapai Rp 12.834 triliun dengan potensi belanja masyarakat Muslim diperkirakan sebesar Rp 11.182 triliun.

Faisol mengatakan besarnya pasar domestik tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, memperkuat rantai pasok, memperbesar penggunaan komponen lokal, serta mendorong inovasi produk halal yang mampu bersaing di pasar internasional.

Langkah tersebut juga dinilai penting untuk mengoptimalkan substitusi impor sekaligus memperluas kontribusi Indonesia dalam rantai nilai industri halal global.

Baca juga : Tunisia Tunjuk Herve Renard Jadi Pelatih Baru di Piala Dunia 2026

Ia menambahkan, secara global konsumsi umat Muslim pada enam sektor ekonomi syariah telah mencapai 2,6 triliun dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS pada 2029. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasar produk halal.

Faisol menyebut perkembangan industri halal nasional juga terus menunjukkan tren positif. Hingga triwulan I-2026, jumlah sertifikat halal pada subsektor industri telah mencapai 2.662.607 sertifikat, sedangkan jumlah produk yang telah tersertifikasi halal mencapai 5.014.222 produk.

Menurutnya, peningkatan jumlah sertifikasi tersebut mencerminkan komitmen pelaku industri dalam memenuhi standar halal sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk nasional.

Baca juga : Odegaard Siap Pimpin Norwegia Lawan Irak di Piala Dunia 2026

Untuk memperkuat ekosistem industri halal, Kementerian Perindustrian turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 dengan memfasilitasi 182 pelaku usaha industri, terutama industri kecil, melalui penyediaan stan pameran, layanan industri halal, workshop, coaching clinic, serta kegiatan business matching.

Selain itu, Kementerian Perindustrian kembali menyelenggarakan Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku industri dan para pemangku kepentingan yang berkontribusi dalam pengembangan industri halal nasional.

Faisol berharap penyelenggaraan Halal Indo 2026 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan sekaligus mempercepat pertumbuhan industri halal nasional menuju Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.