Dark/Light Mode

Kementan Target Indonesia Jadi Eksportir Buah-Florikultura Nomor Satu Di Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 10:33 WIB
Sekretaris Ditjen Hortikultura Kementan Hotman Fajar Simanjuntak didampingi Direktur Buah dan Florikultura Ditjen Hortikultura Kementan Fuziah T. Ladja di sela-sela ajang Nusa Horti, Jumat (12/6/2026). Foto: Kementan
Sekretaris Ditjen Hortikultura Kementan Hotman Fajar Simanjuntak didampingi Direktur Buah dan Florikultura Ditjen Hortikultura Kementan Fuziah T. Ladja di sela-sela ajang Nusa Horti, Jumat (12/6/2026). Foto: Kementan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) memasang target ambisius untuk menjadikan Indonesia sebagai eksportir buah dan florikultura nomor satu dunia dalam 10 tahun ke depan.

Target tersebut didorong melalui penguatan promosi, standardisasi mutu, perluasan jejaring bisnis internasional, hingga pembukaan akses pasar ekspor lewat ajang Nusa Horti yang digelar di ICE BSD, Tangerang.

Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Fausiah T. Ladja, mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama hortikultura dunia berkat kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki.

Menurutnya, Nusa Horti menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan buah dan florikultura Indonesia ke pasar internasional sekaligus mengikuti jejak sukses sektor ikan hias nasional yang telah menjadi pemimpin dunia melalui ajang Nusatic.

“Kita ingin mengikuti jejak Nusatic. Ikan hias Indonesia sudah menjadi jawara dunia. Dengan keanekaragaman buah dan florikultura yang kita miliki, saya yakin Indonesia tidak akan kalah. Targetnya jelas, 10 tahun ke depan buah dan florikultura Indonesia harus menjadi nomor satu di dunia,” tegas Fausiah di sela-sela Pembukaan Nusatic-Nusa Pet-Nusa Horti, di ICE BSD, Tangeang, Banten, Jumat (12/6/2026).

Salah satu komoditas yang saat ini menjadi fokus pengembangan ekspor adalah durian. Kementan tengah mempersiapkan peluang besar menyusul adanya kerja sama dengan China yang membuka jalan bagi ekspor durian Indonesia ke pasar negara tersebut.

Baca juga : Prabowo Tegaskan, Akan Jaga Indonesia Agar Tetap Jadi Negara Demokrasi

Namun demikian, Fausiah mengakui tantangan terbesar yang masih dihadapi bukan terletak pada kualitas produk, melainkan pada aspek branding dan penguatan identitas komoditas unggulan nasional.

“PR kita sekarang adalah bagaimana membranding buah-buah Indonesia. Misalnya durian, durian Indonesia yang mana yang akan kita dorong dan kita kenalkan ke pasar dunia. Karena itu peran asosiasi, pelaku usaha, dan pemerintah harus disatukan dalam satu gerakan besar,” ujarnya.

Untuk mengejar target tersebut, Kementan dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan dengan berbagai asosiasi buah dan florikultura guna menyusun arah pengembangan ekspor yang lebih agresif dan terintegrasi.

“Kita akan melakukan brainstorming bersama asosiasi untuk menentukan arah pengembangan buah dan florikultura Indonesia ke depan. Jangan sampai sektor ini tertinggal hanya karena fokus pemerintah saat ini lebih banyak pada swasembada pangan,” kata Fausiah.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Hotman Fajar Simanjuntak, menegaskan bahwa lahirnya Nusa Horti merupakan bagian dari strategi besar untuk memperluas pasar ekspor komoditas hortikultura Indonesia.

Dia menjelaskan, ajang tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan penyelenggara Nusatic dan Nusa Pet yang selama ini sukses mengangkat produk ikan dan tanaman hias Indonesia hingga mendominasi pasar internasional.

Baca juga : Pemerintah Pulangkan Enam Relawan Indonesia dari Misi Global Sumud Land Convoy

“Kalau tanaman hias untuk aquascape dan ikan hias Indonesia sudah mampu menjadi nomor satu dunia, kenapa hortikultura tidak bisa? Karena itu dibuat wadah Nusa Horti untuk memperkenalkan seluruh potensi buah, sayuran, tanaman obat, dan florikultura Indonesia kepada pasar yang lebih luas,” ujar Hotman.

Menurutnya, seluruh produk yang dipamerkan dalam Nusa Horti merupakan hasil produksi petani, kelompok tani, dan UMKM lokal dari berbagai daerah seperti Kalimantan Selatan, Purbalingga, Wonosobo, dan sejumlah sentra hortikultura lainnya.

“Semua yang ditampilkan adalah produk asli Indonesia, tidak ada produk impor. Ini menunjukkan bahwa potensi kita sangat besar dan layak bersaing di pasar global,” katanya.

Hotman menegaskan bahwa peningkatan ekspor tidak bisa hanya mengandalkan promosi. Kunci utama untuk menembus pasar internasional adalah penerapan standar mutu yang konsisten, mulai dari Good Agricultural Practices (GAP), Good Handling Practices (GHP), hingga sistem ketertelusuran atau traceability yang menjadi syarat utama perdagangan global.

“Kita harus memastikan mutu produk terstandar dan traceability berjalan dengan baik karena itu menjadi bagian penting dari protokol ekspor yang disyaratkan negara tujuan,” jelasnya.

Untuk mempercepat ekspor, Ditjen Hortikultura juga akan terus memperkuat skema business matching dengan komunitas, pelaku usaha, dan buyer internasional.

Baca juga : Kemenkop Pastikan Program Pengembangan Koperasi Tetap Jadi Prioritas

Menurut Hotman, komunitas hobi tanaman dan florikultura memiliki peran penting karena banyak di antaranya telah memiliki jaringan pasar dan pembeli di luar negeri.

“Komunitas-komunitas ini punya hubungan langsung dengan buyer luar negeri. Mereka mengetahui apa yang dibutuhkan pasar global dan bisa menjadi jembatan bagi petani dan UMKM kita untuk masuk ke pasar ekspor,” katanya.

Sebagai regulator, Ditjen Hortikultura akan terus berperan sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan pelaku usaha dengan berbagai regulasi dan persyaratan ekspor.

“Kami akan terus memediasi dan memfasilitasi. Jika ada hambatan regulasi, akan kami sederhanakan agar para pelaku usaha, petani, dan UMKM lebih mudah menembus pasar internasional,” tegas Hotman.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.