BREAKING NEWS
 

CORE Dorong Indonesia Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Global

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 24 Juli 2026 13:45 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dinilai perlu mempercepat transformasi dari sekadar produsen minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia menjadi pusat hilirisasi sawit global.

Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai tambah, memperkuat daya saing industri nasional, menciptakan lapangan kerja, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap berbagai produk impor.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri hilir kelapa sawit yang lebih beragam. Meski berbagai produk turunan sawit telah dikembangkan, menurutnya peluang hilirisasi masih sangat luas.

"Sejauh ini Indonesia sudah mendorong hilirisasi kelapa sawit. Namun, hilirisasinya belum terlalu beragam. Karena itu, diperlukan strategi agar Indonesia bisa menjadi pusat hilirisasi industri sawit global," ujar Faisal di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Menurut Faisal, pengembangan hilirisasi membutuhkan arah kebijakan yang jelas agar mampu mendorong lahirnya industri manufaktur berbasis sawit dengan produk bernilai tambah tinggi.

Baca juga : Prabowo: Indonesia Jalankan Politik Bebas Aktif Dukung Kemerdekaan Palestina

Selain itu, diperlukan dukungan berupa insentif dan disinsentif, baik fiskal maupun nonfiskal, guna mempercepat investasi di sektor hilir.

"Kita juga harus memperkuat sektor hulu sawit. Penguatan di sektor hulu penting karena tidak mungkin membangun industri hilir tanpa didukung sektor hulu yang kuat," katanya.

Selama ini, pengembangan hilirisasi sawit juga terus didorong oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui berbagai program, mulai dari dukungan riset dan inovasi, penguatan promosi dan kemitraan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Menurut Faisal, percepatan hilirisasi akan memberikan dampak ekonomi yang luas, seperti menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat struktur industri nasional.

Adsense

"Dampak positif hilirisasi sawit sangat besar, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan pendapatan masyarakat," ujarnya.

Baca juga : Pramono Dorong Penyediaan Ruang Laktasi di Fasilitas Publik Jakarta

Sementara itu, Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menilai hilirisasi merupakan strategi untuk menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi sekaligus memperluas pasar industri sawit Indonesia.

Ia mengatakan, hilirisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekspor, tetapi juga menjadi upaya mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

"Dengan hilirisasi sawit, kita bisa berubah dari raja CPO dunia menjadi raja oleokimia, raja biofuel, raja biomaterial, dan raja oleofood global," kata Tungkot.

Ia mencontohkan keberhasilan Program Mandatori Biodiesel yang mampu mengurangi impor solar berbasis fosil melalui pemanfaatan minyak sawit.

Menurutnya, peluang hilirisasi masih terbuka lebar, termasuk untuk memproduksi sustainable aviation fuel (SAF) atau bioavtur yang dapat mengurangi impor avtur.

Baca juga : Indonesia Jamin Investasi Aman Bagi Investor China

"Bahan bakunya tersedia, seperti minyak sawit, PFAD, POME, minyak jelantah, hingga tandan kosong kelapa sawit. Produk hilir sawit juga berpotensi menghasilkan bensin sawit dan avtur sawit untuk menggantikan impor energi fosil," jelasnya.

Selain sektor energi, Tungkot menyebut hilirisasi juga berpotensi memperkuat industri oleokimia nasional.

Dengan kapasitas produksi oleokimia Indonesia yang mencapai sekitar 19,93 juta ton per tahun, industri tersebut dinilai mampu menjadi substitusi bagi impor kimia organik berbasis petrokimia.

"Impor kimia organik yang selama ini masih cukup besar dapat disubstitusi melalui produk hilir sawit berupa oleokimia," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense