Dark/Light Mode

Sebut Narasi Gontor Tegur Presiden Hoax, Stafsus Menag: Prabowo Paling Bela Umat

Minggu, 27 September 2026 10:43 WIB
Foto: Kemenag.
Foto: Kemenag.

RM.id  Rakyat Merdeka - Staf Khusus Menteri Agama (Menag), Gugun Gumilar, membantah narasi yang menyebut Pondok Modern Darussalam Gontor menegur Presiden Prabowo Subianto melalui lantunan Surat Al-Ahzab ayat 70-73.

Gugun menyebut, tulisan berjudul “Gontor Menegur Prabowo dengan Al-Qur’an” itu sebagai fitnah yang mencatut nama besar Gontor untuk menyerang Presiden.

Tulisan tersebut menarasikan seolah-olah Gontor sengaja melantunkan Surat Al-Ahzab ayat 70-73 tentang perintah berkata benar atau qaulan sadida sebagai tamparan dan teguran keras kepada Prabowo yang dituding berkata kasar dan membohongi rakyat.

Gugun menegaskan, narasi tersebut merupakan pelintiran ayat yang tendensius dan menyesatkan publik.

“Ini adalah hoaks murahan dan fitnah yang dibungkus agama. Jangan bawa-bawa nama besar Gontor untuk framing politik jahat. Saya pastikan, Gontor menyambut Presiden Prabowo dengan penuh hormat, penuh adab sebagai kepala negara," tutur Gugun, Minggu (27/9/2026).

Dia mengungkapkan, lantunan Al-Ahzab itu adalah doa dan nasihat universal untuk setiap pemimpin agar senantiasa berkata benar.

"Bukan tamparan seperti yang dipelintir penulis liar itu. Stop pelintir ayat suci untuk kebencian politik!” tegas Gugun. 

Menurut Gugun, jika berbicara soal qaulan sadida, berkata benar, dan memikul amanah berat sebagaimana disebut dalam Al-Ahzab ayat 72, Presiden Prabowo justru dinilai telah membuktikannya melalui berbagai kebijakan pemerintahannya.

Baca juga : Pendidikan Gratis SD Hingga PTN Butuh 300 Triliun

“Bapak Presiden banyak melakukan perubahan yang sangat positif untuk umat dan bangsa. Belum pernah kita punya presiden seberani dan seapa adanya seperti Pak Prabowo. Beliau berkata benar, bertindak benar. Jangan dibalik-balik fakta,” ingat Gugun.

Gugun kemudian membeberkan sejumlah kebijakan dan program pemerintahan Prabowo yang menurutnya bertolak belakang dengan tudingan bahwa Presiden merupakan pembohong dan pelindung koruptor.

Pertama, terkait pengambilalihan kembali 5 juta hektare hutan negara. Gugun menyebut langkah tersebut sebagai bentuk keberanian pemerintah dalam merebut kembali aset negara.

“Di bidang hukum, keberanian Presiden Prabowo itu luar biasa. Bayangkan, 5 juta hektare hutan negara, hutan kita yang puluhan tahun dicuri, dikuasai oleh pengusaha-pengusaha nakal, berhasil direbut kembali oleh pemerintah di era Prabowo. 5 juta hektare itu luasnya hampir setara Pulau Jawa! Ini bukan main-main, ini adalah penyelamatan aset negara terbesar sepanjang sejarah. Kalau Presiden pembohong, mana mungkin berani berhadapan dengan oligarki sekuat itu?” kata Gugun.

Kedua, terkait pemberantasan mafia migas. Gugun menyinggung nama Mohammad Riza Chalid yang disebutnya selama puluhan tahun dianggap tidak tersentuh.

“Soal mafia migas, siapa yang berani menyentuh Riza Chalid dan keluarganya selama ini? Tidak ada. Semua takut. Hanya di era Presiden Prabowo, mafia migas itu dikejar habis-habisan, aset-asetnya di luar negeri diburu, orangnya ditetapkan tersangka. Ini bukti nyata Presiden tidak berkompromi dengan mafia yang selama ini menghisap darah rakyat lewat impor minyak,” tegas Gugun.

Ketiga, penindakan terhadap dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gugun mengatakan, penindakan terhadap pihak yang terlibat menunjukkan pemerintah tidak memberikan perlindungan terhadap pelaku korupsi.

Baca juga : Perekonomian Terjaga, Investasi Kian Moncer

“Ini yang paling membuktikan integritas Presiden. Program MBG itu program hati Pak Prabowo untuk anak-anak Indonesia. Tapi ketika ada oknum yang korupsi di dalamnya, bahkan jika itu orang dekat Presiden sekalipun, perintah Presiden jelas: sikat habis, jangan pandang bulu! Tidak ada pelindung koruptor di lingkar istana. Ini yang namanya qaulan sadida, konsisten antara ucapan dan perbuatan,” jelasnya.

Keempat, pengembalian aset hasil korupsi. Gugun menyebut Kejaksaan Agung di bawah arahan pemerintah berhasil menyelamatkan dan mengembalikan aset negara hingga puluhan triliun rupiah.

"Triliunan itu kembali ke kas negara untuk pembangunan. Mafia hukum, mafia tambang, mafia migas, semua dibasmi. Hukum tidak lagi tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Sekarang hukum tajam kepada siapa saja yang mencuri uang rakyat,” ungkapnya.

Kelima, terobosan di bidang pendidikan. Gugun mengatakan berbagai program pemerintah menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Jangan tutup mata. Di bidang pendidikan, perubahan itu nyata. Ribuan sekolah rakyat, madrasah, pesantren yang rusak berat direnovasi total. Pemerintah membangun Sekolah Rakyat berasrama gratis untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, agar mereka bisa sekolah bagus dan makan bergizi. Ada program kuliah gratis, ada Makan Bergizi Gratis untuk puluhan juta anak. Ini fakta di lapangan, bukan kebohongan istana seperti yang dituduhkan penulis itu,” kata Gugun.

Keenam, terkait toleransi dan kemandirian umat. Gugun menegaskan Prabowo memiliki perhatian terhadap kerukunan antarumat beragama.

“Soal toleransi beragama, Presiden Prabowo adalah penjaga utama. Semua agama dirangkul, semua tokoh agama diayomi. Tidak ada diskriminasi. Bahkan untuk kemandirian umat, pemerintah melalui Kementerian Agama sedang menyiapkan lompatan besar,” beber Gugun.

Gugun juga menyinggung rencana pembentukan Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU) melalui Kementerian Agama.

Baca juga : US Army War College ke Istiqlal, Gugun Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

Lembaga tersebut direncanakan menghimpun dan mengelola potensi dana keagamaan seperti wakaf, infak, dan sedekah, dengan target mencapai Rp 1.000 triliun per tahun.

Menurut Gugun, pengelolaan dana tersebut ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi umat, termasuk membangun rumah sakit, sekolah, dan usaha yang bersumber dari dana umat.

“Ini gagasan revolusioner dan sangat pro-umat. Ini yang dikerjakan Presiden, bukan sibuk berkata kasar seperti yang difitnahkan,” jelas Gugun.

Gugun meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh tulisan anonim yang mengatasnamakan agama.

“Berhentilah memfitnah Presiden dengan ayat. Kalau mau kritik, kritik dengan data, dengan prestasi. Rakyat sudah cerdas. Jangan jual ayat untuk kebencian. Faktanya, Presiden Prabowo sedang bekerja keras memikul amanah berat itu untuk rakyat, dan hasilnya sudah dirasakan umat,” tutup Gugun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.