BREAKING NEWS
 

Pakar Polimer ITB Sebut Usia Galon Guna Ulang Tak Bisa Dibatasi

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Sabtu, 25 Juli 2026 08:45 WIB
Ilustrasi penggunaan galon guna ulang. (Gambar dibuat dengan Gemini)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pakar Polimer Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Eng. Hafis Pratama Rendra Graha, mengatakan tidak perlu adanya pembatasan usia galon guna ulang. Hal itu disebabkan sudah adanya peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang mengatur keamanan galon melalui batas aman migrasi Bisfenol A (BPA) yang diizinkan ada dalam produk airnya.

“Sudah ada standar BPOM terkait migrasi BPA yang diizinkan. Jadi, tidak perlu lagi ada pembatasan usia galon. Kalau sudah melebihi batas migrasi yang sudah ditetapkan, otomatis galon itu tidak bisa lagi digunakan, dan umurnya sudah habis,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (25/7/2026).

Jadi, lanjutnya, sulit untuk menetapkan usia galon harus misalkan dua tahun atau lima tahun. Menurutnya, itu membutuhkan rincian dan pengujian lebih lanjut. Kecuali, ada data pendukungnya secara ilmiah. “Kalau itu nggak dilakukan, susah untuk menentukan umur galonnya,” ucapnya.

Baca juga : Balsa Sekulic Antusias Jalani Petualangan Baru Bersama Persib

Yang jelas, katanya, selama BPOM masih memberikan izin edarnya terhadap galon-galon itu, berarti masih aman untuk digunakan sebagai kemasan air minum. “Jadi, yang bisa menentukan kapan galon itu untuk ditarik dari peredaran cuma BPOM. Tapi, mengenai berapa umur galon yang baik, itu pertanyaannya sederhana tapi jawabannya susah,” cetusnya.

Sebelumnya, pengamat pangan sekaligus Dosen dan Peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dan Seafast Center IPB University, Nugraha Edhi Suyatma, mengatakan secara teoritis galon guna ulang itu sudah di-treatment oleh produsennya sebelum beredar di masyarakat. “Mereka punya standar internal terkait mutu fisik, kimia dan keamanan pangannya. Jadi, insya Allah aman," katanya.

Adsense

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari seorang peneliti yang terlibat dalam penelitian galon guna ulang, kerja sama Seafast IPB dengan BPOM, galon yang sudah digunaulang sebanyak 50 kali dengan kondisi suhu penyimpanan yang ekstrim, itu masih memenuhi regulasi standar BPOM terkait migrasi BPA-nya.

Baca juga : Presiden Minta Jaksa, Polisi & TNI Berbenah: Korupsi & Penipuan Tak Akan Dibiarkan

“Itu artinya, selama penggunaan ulang, galon itu masih aman karena migrasi senyawa spesifiknya tidak akan melebihi batas maksimum yang distandarkan,” ucapnya.

Jadi, menurutnya, usia galon guna ulang tergantung dengan treatment atau perlakuan dari para konsumen. Artinya, usia galon tergantung bagaimana memperlakukannya. “Jadi, perlakukan para konsumen lebih mempengaruhi usia atau ketahanan daripada galon itu menjadi cepat rusak atau tidak,” terangnya.

Menurut dia, untuk melihat galon air mineral masih layak pakai atau tidak sebenarnya sangat mudah. Ada ciri-ciri yang bisa diperhatikan para konsumen. Di antaranya, dari integritas kemasannya apakah masih jernih atau tidak, ada atau tidaknya goresan di bagian dalam, dan apakah permukaannya masih halus atau tidak.

Baca juga : Riset Unair: Air Galon Guna Ulang Tak Berkaitan dengan Gangguan Hormon

“Usia galon itu bermacam-macam. Ada yang hanya dua sampai tiga tahun bahkan lebih, dan itu sangat tergantung penggunaannya dan bagaimana treatment-nya,” tuturnya.

Ia melanjutkan, kalau penggunaannya bagus dan tidak ada garis atau tergores dan terbentur, galon bisa lebih lama lagi. Jadi, yang paling utama itu bukan usia galonnya, tapi kondisi galonnya sebelum diisi. “Walaupun baru dua bulan, kalau kondisinya sudah tidak bagus (retak, terkena cemaran) maka itu tidak akan digunakan lagi oleh produsen,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense