Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Riset Unair: Air Galon Guna Ulang Tak Berkaitan dengan Gangguan Hormon
Sabtu, 4 Juli 2026 13:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penelitian Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair), menyimpulkan bahwa konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) dari galon polikarbonat (PC) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan gangguan sistem hormon, gangguan reproduksi, maupun kanker.
Penelitian tersebut menganalisis pola konsumsi AMDK, kandungan Bisphenol A (BPA) pada 10 merek air kemasan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, serta kaitannya dengan berbagai keluhan kesehatan yang dialami responden.
Hasilnya, tidak ditemukan hubungan antara paparan BPA dari konsumsi air galon guna ulang PC dengan berbagai gangguan kesehatan tersebut.
"Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara paparan BPA dari konsumsi air minum dalam kemasan dengan risiko kanker, gangguan reproduksi, maupun gangguan hormon," demikian bunyi kesimpulan penelitian.
Dalam pembahasannya, tim peneliti menjelaskan bahwa rendahnya risiko gangguan hormon dipengaruhi oleh kadar BPA yang ditemukan pada seluruh sampel air minum masih berada di bawah batas aman yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maupun nilai Tolerable Daily Intake (TDI) dari Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA).
Baca juga : Warga Bongkar Puing Dengan Tangan Kosong
Seluruh sampel AMDK yang diuji mengandung BPA dalam kadar yang jauh di bawah ambang batas aman. Konsentrasi BPA tertinggi tercatat sebesar 0,099 mikrogram per liter (μg/L), sedangkan yang terendah 0,080 μg/L.
Nilai tersebut masih jauh di bawah batas aman yang ditetapkan BPOM. Analisis risiko kesehatan juga menunjukkan seluruh merek AMDK yang diteliti berada dalam kategori aman.
Baik risiko nonkarsinogenik, risiko karsinogenik, maupun hasil evaluasi aktivitas estrogenik (Estrogen Equivalent Quotient/EEQ) seluruhnya masih berada dalam batas aman.
"Penelitian juga tidak menemukan hubungan yang signifikan antara penggunaan air minum dalam kemasan dengan riwayat penyakit yang berkaitan dengan paparan BPA pada responden," tulis hasil penelitian tersebut.
Temuan itu menunjukkan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan saat menggunakan galon PC karena air di dalamnya dinilai aman berdasarkan hasil penelitian.
Baca juga : 12 Juta Barel Minyak Lintasi Selat Hormuz
Meski demikian, konsumen tetap dianjurkan menyimpan dan memperlakukan galon PC dengan benar untuk meminimalkan potensi migrasi BPA.
Terkait migrasi BPA, dokter spesialis penyakit dalam Laurentius Aswin Pramono menjelaskan bahwa BPA yang masuk ke dalam tubuh akan dikeluarkan secara alami.
Menurut konsultan subspesialis endokrinologi, metabolisme, dan diabetes tersebut, tubuh memiliki mekanisme detoksifikasi melalui hati (liver) untuk mengurai BPA, kemudian membuangnya melalui urine dan keringat.
Karena itu, paparan BPA tidak terakumulasi di dalam tubuh sehingga tidak menyebabkan gangguan kesehatan.
"Dalam berbagai studi tentang BPA, paparan bahan kimia yang tidak kita konsumsi secara sengaja sangat kecil kemungkinannya mencapai kadar yang mengganggu kesehatan," ujarnya.
Baca juga : Redam Kenaikan Harga, Bulog Usul Dagang Beraskita Premium
Senada dengan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan BPA yang masuk ke dalam tubuh dapat diekskresikan atau dikeluarkan secara alami.
Pernyataan tersebut disampaikan WHO berdasarkan forum panel yang melibatkan 30 pakar dari Kanada, Eropa, dan Amerika Serikat.
"Kadar BPA di dalam darah teramati sangat rendah. Ini menunjukkan BPA tidak terakumulasi di dalam tubuh dan dengan cepat akan diekskresikan melalui urin," demikian keterangan resmi WHO.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya