BREAKING NEWS
 

Dibeberkan BPS

RI Impor Migas Paling Banyak Dari Singapura

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 4 Agustus 2026 08:32 WIB
Foto: YouTube BPS

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Singapura menjadi negara pemasok impor minyak dan gas (migas) terbesar bagi Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026, mengungguli Malaysia dan Amerika Serikat (AS).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan nilai impor migas Indonesia pada semester I-2026 mencapai 22 miliar dolar AS atau meningkat 38,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut turut mendorong total impor nasional menjadi 137,24 miliar dolar AS atau naik 18,69 persen secara tahunan.

"Berdasarkan negara asal, impor migas terbesar berasal dari Singapura sebesar 28,36 persen, kemudian Malaysia 19,72 persen, dan Amerika Serikat 8,55 persen," kata Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, secara bulanan impor migas Indonesia pada Juni 2026 juga meningkat baik dari sisi volume maupun nilai. Namun demikian, BPS belum menyimpulkan penyebab pasti kenaikan tersebut karena masih memerlukan kajian lebih lanjut.

Baca juga : Danantara Dan IFG Gaspol Konsolidasi Asuransi BUMN

"Kita perlu kajian lebih lanjut, apakah kenaikan impor disebabkan biaya angkutan barang impor. Kami hanya membandingkan, mencatat data antara nilainya dan juga volumenya," ujarnya

BPS mencatat, dari total impor migas tersebut, impor minyak mentah mencapai 16,16 miliar dolar AS, sedangkan impor hasil minyak sebesar 5,85 miliar dolar AS sepanjang Januari-Juni 2026.

Ateng menambahkan, khusus impor minyak mentah, negara pemasok terbesar selama semester I-2026 adalah Nigeria dengan pangsa 24,91 persen, disusul Angola 15,41 persen dan Arab Saudi 13,62 persen.

Adsense

Anggota Komisi XII DPR Eddy Soeparno menjelaskan, dominasi Singapura sebagai pemasok migas Indonesia bukan karena negara tersebut merupakan produsen minyak, melainkan memiliki kapasitas kilang pengolahan yang besar. Untuk mengurangi impor, kata dia, Pemerintah saat ini tengah meningkatkan kapasitas kilang di Balikpapan, Cilacap, Dumai, dan Plaju.

Baca juga : Perkuat Deteksi Dini Cegah Konflik Sosial

“Dengan begitu kita akan semakin dapat mengolah minyak mentah yang dihasilkan Indonesia di dalam negeri sehingga tidak perlu impor lagi," katanya di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Eddy menilai, percepatan pengoperasian kilang dalam negeri menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM dari Singapura dan Malaysia, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dapat memengaruhi pasokan minyak mentah global.

Sementara, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, Singapura memiliki kapasitas kilang sekitar 1,5 juta barel per hari yang dioperasikan sejumlah perusahaan energi global. Kondisi tersebut menjadikan Singapura sebagai pusat pengolahan dan perdagangan BBM di kawasan.

Menurut Fabby, kedekatan geografis serta hubungan perdagangan yang erat membuat Indonesia lebih banyak mengimpor produk BBM seperti gasoline, diesel, dan bahan bakar pesawat dari Singapura. Sementara kapasitas kilang dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 55-60 persen kebutuhan BBM nasional.

Baca juga : River Plate Diguncang Prahara

Sedangkan, Pengamat Energi Inas Nasrullah Zubir menilai, lonjakan nilai impor migas pada semester I-2026 lebih banyak dipengaruhi kenaikan harga minyak dunia dibandingkan peningkatan volume impor.

Ia menjelaskan, harga minyak dunia sempat naik dari sekitar 70 dolar AS menjadi 110 dolar AS per barel. Sementara rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) selama Januari-Juni 2026 mencapai 91,8 dolar AS per barel atau meningkat sekitar 30 persen.

"Sebagian besar kenaikan nilai impor berasal dari harga minyak yang jauh lebih tinggi, bukan karena Indonesia tiba-tiba mengimpor volume yang jauh lebih banyak," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense