RM.id Rakyat Merdeka -
Pasar properti residensial di Indonesia tercatat tetap tangguh sepanjang Semester I 2026 di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan ketidakpastian akibat kenaikan biaya hidup serta gelombang PHK. Meski demikian, perilaku konsumen kini bergeser menjadi lebih selektif dalam memilih hunian maupun skema pembiayaan.
Temuan tersebut tertuang dalam Pinhome Indonesia Residential Property Market Report Semester I 2026yang dipaparkan pada talkshow bertajuk Tren Properti: Hunian Sebagai Simbol Peningkatan Kualitas Hidup di Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026).
Baca juga : Kolaborasi BTN-Pinhome Permudah Akses Pembiayaan Rumah
Pinhome mencatat inventori rumah tapak secara nasional tumbuh 5% dibandingkan semester sebelumnya. Pertumbuhan ini diimbangi tren positif pencarian rumah yang naik rata-rata 13% per bulan sepanjang Semester I 2026. Peningkatan akses transportasi, seperti Tol Jogja–Solo dan LRT Jabodebek, turut memicu lonjakan pencarian hunian di kawasan sekitar.
CEO & Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, mengungkapkan bahwa dinamika kebijakan suku bunga memicu perubahan pola pembiayaan di masyarakat.
"Perubahan arah kebijakan suku bunga mendorong masyarakat untuk semakin selektif dalam memilih skema pembiayaan rumah. Di tengah kondisi tersebut, kami melihat pasar tidak melemah, melainkan beradaptasi," ujar Dara.
Baca juga : Prospek Properti 2026: Sektor Perumahan Menguat di Tengah Insentif Pajak
Adaptasi tersebut terlihat dari melonjaknya aktivitas Take Over KPR yang kini mendominasi hingga 60% dari total pasar KPR. Sementara untuk KPR komersial, permintaan terbanyak didominasi oleh rumah seharga Rp300 juta hingga Rp1 miliar (49%), disusul hunian di bawah Rp300 juta (21%). Kenaikan biaya pembangunan juga mendorong konsumen melirik rumah seken siap huni sebagai alternatif yang lebih efisien.
Selain pembiayaan, laporan ini mencatat pergeseran persepsi masyarakat urban yang kini memandang hunian sebagai aset jangka panjang dan penunjang kualitas hidup. Hal ini ditunjukkan oleh lonjakan penggunaan layanan Home Service on-demand di aplikasi Pinhome, seperti: Layanan Infal: Melonjak hingga 117% selama Ramadan, Layanan Deep Cleaning: Tumbuh dua kali lipat akibat dampak cuaca ekstrem pada Januari. Layanan Body Care: Meningkat 29% secara kuartalan (QoQ).
"Perubahan kondisi sosial ekonomi mendorong masyarakat urban beralih dari pola perawatan rumah konvensional menuju layanan on-demand yang lebih fleksibel," pungkas Dara. (Rizki Guntur Sembiring/Magang)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.