RM.id Rakyat Merdeka - PT Brantas Abipraya (Persero) menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung di Soreang, Jawa Barat, yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 dengan menampung sebanyak 560 siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Para siswa mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Rabu, setelah sebelumnya menjalani proses registrasi sebagai tahapan awal memasuki lingkungan pendidikan berasrama tersebut.
Pembukaan MPLS dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bersama jajaran Kantor Staf Presiden, Kementerian Sosial, dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Dalam sambutannya, Dudung mengatakan Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses terhadap pendidikan yang berkualitas.
Baca juga : Gelar WICAP 2026, Brantas Abipraya Perkuat SDM Hingga Pemberdayaan Perempuan
Ia menilai kesiapan sarana dan prasarana di SRT 4 Kabupaten Bandung menunjukkan sinergi antarlembaga dalam menghadirkan layanan pendidikan yang layak guna mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.
Pemerintah juga memastikan seluruh infrastruktur pendukung telah siap digunakan, mulai dari gedung sekolah di setiap jenjang, asrama siswa, rumah susun tenaga pendidik, hingga fasilitas penunjang seperti ruang makan, kantin, tempat ibadah, dan gedung serbaguna.
Dari total 560 siswa yang terdaftar, sebanyak 56 siswa berasal dari jenjang sekolah dasar (SD), 229 siswa tingkat sekolah menengah pertama (SMP), dan 275 siswa sekolah menengah atas (SMA).
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero) Dian Sovana mengatakan penyelesaian pembangunan SRT 4 Kabupaten Bandung merupakan kontribusi perusahaan dalam mendukung program strategis pemerintah di sektor pendidikan.
Baca juga : Progress Capai 32,3 Persen, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Pipa Gas Dusem
"Kami bersyukur pembangunan SRT 4 Kabupaten Bandung telah selesai dan kini mulai dimanfaatkan oleh masyarakat. Bagi Brantas Abipraya, setiap infrastruktur yang kami bangun harus memberikan manfaat nyata. Sekolah ini diharapkan menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas sehingga mampu membuka peluang yang lebih besar bagi anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak," kata Dian dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
Menurut dia, sekolah tersebut dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu berbasis asrama yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, meliputi gedung SD, SMP, SMA, rumah susun guru, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta sarana olahraga seperti lapangan mini soccer dan basket.
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur pendidikan memiliki peran strategis dalam memperluas pemerataan akses belajar di berbagai daerah.
"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas, kami ingin turut menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan, memperluas akses pendidikan, serta mendukung lahirnya generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing," ujar Dian.
Baca juga : Brantas Abipraya Dukung Percepat Penyediaan Huntara di Aceh Tamiang
Brantas Abipraya menyatakan akan terus mendukung penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak, modern, dan inklusif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.