BREAKING NEWS
 

Jadi Tuan Rumah, Indonesia Bidik Investasi di ASOCIO Digital & AI Summit 2026

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 11 Agustus 2026 18:14 WIB
Foto: Dok Aptiknas

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada event internasional ASOCIO Digital & AI Summit 2026  yang akan dilaksanaka  pada 5-7 Oktober 2026 yang mempertemukan 25 ekonomi Asia-Oseania di Jakarta, Indonesia membidik perluasan investasi, transfer teknologi hingga akses pasar industri digital.

Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengubah besarnya pasar digital menjadi daya tawar ekonomi, terutama untuk mendorong perusahaan nasional masuk lebih jauh ke rantai nilai teknologi dan kecerdasan artificial Intelligence (AI) regional.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) Soegiharto Santoso mengatakan, pasar Indonesia yang besar harus menjadi daya tawar untuk menarik investasi, transfer teknologi, pengembangan talenta, dan membuka pasar bagi solusi Indonesia.

“Kompetisi AI saat ini telah bergerak jauh melampaui pengembangan aplikasi. Negara-negara berlomba menguasai komputasi, semikonduktor, pusat data, energi, keamanan siber, data, talenta, hingga standar teknologi," ujar Soegiharto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Stanford AI Index 2026 mencatat, investasi swasta AI di Amerika Serikat mencapai 285,9 miliar dolar AS pada 2025. Sementara Asia–Oseania memiliki mata rantai strategis industri teknologi, mulai dari semikonduktor di Taiwan, manufaktur dan otomasi di Jepang dan Korea Selatan, basis talenta digital India, hingga skala industri dan riset China.

Baca juga : AI dalam Farmasi: Sebagai Pendukung atau Pengganti Peran Tenaga Kefarmasian

Pada saat yang sama, Asia Tenggara berkembang menjadi salah satu pasar digital utama dunia. Nilai ekonomi digital kawasan telah melampaui 300 miliar dolar AS dalam gross merchandise value (GMV) pada 2025.

“Melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), ekonomi digital ASEAN diperkirakan berpotensi mencapai sekitar 2 triliun dolar AS pada 2030,” tuturnya.

Soegiharto mengatakan, pertumbuhan tersebut harus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperoleh bagian nilai ekonomi yang lebih besar, bukan sekadar menambah jumlah pengguna teknologi.

“Ukuran keberhasilannya harus konkret. Apakah investasi masuk, tenaga kerja Indonesia memperoleh kompetensi baru, perusahaan nasional mendapatkan transfer teknologi, produktivitas industri meningkat, dan solusi buatan Indonesia bisa masuk ke pasar regional. Itu nilai ekonomi yang harus kita kejar,”  kata Soegiharto.

Adsense

Soegiharto menilai, posisi Indonesia semakin strategis setelah menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) pada Juli 2026.

Baca juga : Binus University Luncurkan Jurusan AI Dorong Inovasi Teknologi & Ekonomi Global

“Keterlibatan tersebut perlu diikuti penguatan industri domestik agar diplomasi teknologi memberikan dampak langsung terhadap perekonomian,” tegasnya.

Sementara itu, Chair Committee ASOCIO Digital & AI Summit 2026 Karim Taslim mengatakan, pertemuan 25 ekonomi di Jakarta memberikan keuntungan tersendiri karena jaringan teknologi regional, yang biasanya harus dijangkau perusahaan Indonesia ke berbagai negara akan berada dalam satu forum di dalam negeri.

ASOCIO merupakan federasi industri teknologi yang menaungi asosiasi ICT dari 25 ekonomi Asia-Oseania. Pertemuan di Jakarta akan melibatkan pemerintah, asosiasi industri, perusahaan teknologi, investor, CIO, CTO, CDO, CISO, founder, akademisi, dan inovator.  

Menurut Karim, pembicaraan mengenai AI juga telah bergeser dari sekadar kecanggihan teknologi menjadi persoalan investasi dan produktivitas.

Perusahaan mulai menghitung tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI), efisiensi, keamanan, kesiapan data dan SDM, serta kemampuan teknologi diterapkan dalam skala besar.

Baca juga : BPS Update Sistem Statistik Berbasis AI

“AI bukan lagi soal hype. Bagi perusahaan, pertanyaannya sekarang sederhana, apakah investasi AI mampu menurunkan biaya, meningkatkan produktivitas, menciptakan pendapatan baru, dan memperkuat daya saing. Karena itu, pembicaraan AI harus semakin dekat dengan kebutuhan riil industri,” tuturnya.

ASOCIO Digital & AI Summit 2026 akan menggabungkan ASOCIO Digital Summit yang bertajuk ‘Accelerating Digital Transformation: Building Secure, Resilient and Connected Digital Economies’ dan ASOCIO AI Summit yang untuk pertama kalinya diselenggarakan dengan tema “AI Beyond Hype: Transforming Industries, Education, Governments and Society.”

Pembahasan akan mencakup antara lain industrial AI, pusat data dan cloud, keamanan siber, digital public infrastructure, GovTech, FinTech, HealthTech, EdTech, infrastruktur AI, serta pengembangan talenta.

Karim mengatakan keberhasilan pertemuan tersebut pada akhirnya tidak diukur dari banyaknya peserta ataupun diskusi yang berlangsung, melainkan tindak lanjut ekonomi yang dihasilkan.

“Setelah forum selesai, semua peserta, ternasuk Indonesia bisa mendapatkan investasi, kemitraan hingga akses pasar baru dan  memberikan nilai tambah bagi industri dan perekonomian nasional,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense