Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam usia emasnya yang ke-50 tahun, PT Darya-Varia Laboratoria Tbk tak hanya merayakan perjalanan panjang sebagai perusahaan farmasi di Indonesia.
Perusahaan ini juga menegaskan komitmennya membangun masa depan kesehatan nasional dengan berinvestasi pada generasi muda, khususnya perempuan yang menekuni dunia riset.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan D-STAR 2026 (Darya-Varia Scholarship for Talented Aspiring Women Researchers) yang tahun ini mengusung tema Empowering Women Researchers to Level Up as Future Leaders.
Program beasiswa ini dirancang untuk melahirkan lebih banyak peneliti perempuan yang mampu menjadi inovator sekaligus pemimpin di sektor kesehatan.
Presiden Direktur PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, dr. Ian Kloer mengatakan, memasuki usia 50 tahun, perusahaan ingin memastikan kontribusinya tidak hanya melalui produk kesehatan, tetapi juga lewat pengembangan sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan kesehatan Indonesia.
Baca juga : ANTAM dan Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Emas Nasional Lewat Sinergi
"Kami percaya perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi dan kemajuan ilmu pengetahuan. Karena itu, dunia akademik dan industri perlu bersama-sama membuka lebih banyak kesempatan agar mereka dapat berkembang dan memimpin," ujar Ian di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, D-STAR berkembang menjadi lebih dari sekadar program beasiswa.
Selain memberikan pendanaan riset, program ini juga membekali peserta dengan pelatihan kepemimpinan, akses ke praktisi industri, hingga jejaring profesional yang diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi di bidang kesehatan.
Menariknya, salah satu fokus penelitian D-STAR 2026 adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Langkah ini sekaligus menjadi upaya mengurangi kesenjangan partisipasi perempuan di bidang AI.
Baca juga : IISAR 2026 Libatkan 28 Negara, Basarnas Perkuat Kolaborasi SAR Global
Berdasarkan data Harvard Business School dan Lean In, penggunaan AI generatif secara rutin oleh laki-laki tercatat 16-22 persen lebih tinggi dibanding perempuan.
Sementara di industri teknologi, perempuan baru mengisi sekitar 26 persen posisi spesialis AI. Ian berharap D-STAR dapat memperluas representasi perempuan di dunia riset sekaligus menghasilkan solusi kesehatan yang lebih inklusif dan berdampak bagi masyarakat.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari kalangan akademisi. Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung sekaligus Seminariat Ikatan Apoteker Indonesia, Prof. Dr. apt. Ilma Nugrahani, menilai kolaborasi antara kampus dan industri menjadi kunci memperkuat ekosistem riset nasional.
Menurutnya, tantangan terbesar peneliti perempuan bukan terletak pada kemampuan akademik, melainkan tersedianya ekosistem yang mampu mendukung mereka berkembang menjadi peneliti sekaligus pemimpin di bidang kesehatan.
"D-STAR menjadi contoh kolaborasi yang mampu menjembatani dunia akademik dan industri sehingga talenta muda memiliki ruang memperluas jejaring, meningkatkan kompetensi, dan menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," katanya.
Baca juga : Milad Ke-24, Lazismu Perkuat Integrasi Bangun Ekosistem ZISKA Berkelanjutan
Sementara itu, Direktur Growth Ventures PT Darya-Varia Laboratoria Tbk sekaligus juri D-STAR 2026 Astry Tri Astuti, mengaku perjalanan kariernya menjadi bukti bahwa perempuan Indonesia mampu berkembang ketika memperoleh kesempatan yang setara.
"Melalui D-STAR, kami ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk tumbuh sebagai peneliti, inovator, dan future leaders. Bagi Darya-Varia, pemberdayaan perempuan bukan sekadar tema, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya perusahaan," ujarnya.
Tahun ini, D-STAR juga memperluas kerja sama dengan dunia akademik. Setelah sebelumnya menggandeng Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Sekolah Farmasi ITB, kini Universitas Pancasila bergabung sebagai mitra baru.
Tak hanya itu, Darya-Varia turut memperkuat dukungan beasiswa. Selain Beasiswa Utama senilai Rp30 juta, perusahaan menghadirkan dua kategori baru, yakni D-STAR Achievement Scholarship dan D-STAR Appreciation Scholarship, masing-masing senilai Rp5 juta di setiap universitas mitra.
Melalui perluasan kolaborasi dan peningkatan skema beasiswa tersebut, Darya-Varia berharap semakin banyak mahasiswi berbakat mendapat kesempatan mengembangkan potensi risetnya sekaligus melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya