Dark/Light Mode

Binus University Luncurkan Jurusan AI Dorong Inovasi Teknologi & Ekonomi Global

Sabtu, 8 Agustus 2026 08:44 WIB
Dekan School of Computer Science Binus University Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono. (Foto: Dok. Binus University)
Dekan School of Computer Science Binus University Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono. (Foto: Dok. Binus University)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak lagi sekadar menjadi inovasi teknologi, tetapi telah berkembang menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi global.

Di berbagai negara, AI dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, hingga melahirkan model bisnis dan profesi baru. Perubahan ini pun mulai mengubah kebutuhan dunia kerja, sekaligus menghadirkan pertanyaan baru bagi banyak orang tua yang tengah mempersiapkan anak memasuki bangku kuliah.

Jika sebelumnya pertimbangan memilih jurusan lebih banyak didasarkan pada minat atau profesi yang sedang populer, kini muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah kompetensi yang dipelajari hari ini masih akan relevan ketika anak lulus empat atau lima tahun mendatang?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin penting seiring meluasnya pemanfaatan AI di hampir seluruh sektor. Generative AI, AI Agent, hingga berbagai bentuk otomatisasi kini telah digunakan di industri keuangan, kesehatan, manufaktur, pendidikan, hukum, komunikasi, hingga ekonomi kreatif.

AI bukan lagi teknologi yang hanya dimanfaatkan oleh perusahaan teknologi, melainkan telah menjadi bagian dari transformasi bisnis di berbagai bidang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa literasi AI mulai berkembang menjadi kompetensi dasar yang dibutuhkan lintas disiplin ilmu.

Baca juga : BPS Update Sistem Statistik Berbasis AI

Bagi orang tua, perubahan ini menjadi pengingat bahwa memilih perguruan tinggi bukan lagi sekadar memilih jurusan, tetapi memilih ekosistem pembelajaran yang mampu mempersiapkan anak menghadapi profesi yang terus berkembang.

Pendidikan tinggi dituntut tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kolaborasi lintas disiplin, pengalaman industri, serta pemahaman mengenai pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.

Menjawab perubahan tersebut, Binus University terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan talenta digital Indonesia melalui perluasan akses pendidikan Artificial Intelligence (AI) 

Setelah sebelumnya menghadirkan Program Artificial Intelligence di Binus @Kemanggisan dan Binus @Alam Sutera, Binus University kini memperluas program tersebut ke Binus @Bekasi, Binus @Bandung, Binus @Malang, dan Binus University @Semarang.

Sementara itu, Program Computer Science di Binus @Medan turut memperkuat fokus pembelajaran pada Artificial Intelligence. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Binus University untuk memperluas akses terhadap pendidikan AI yang berkualitas, sehingga semakin banyak calon mahasiswa dari berbagai daerah dapat memperoleh kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri tanpa harus berpindah kota.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M. mengatakan, bahwa perluasan Program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen Binus dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi.

Baca juga : Gelar AI Week, Prudential Latih Karyawan Tingkatkan Keterampilan Digital

"Keputusan untuk menghadirkan Program Artificial Intelligence di berbagai kampus BINUS merupakan bagian dari komitmen kami dalam semangat 'Fostering and Empowering the Society," ujar Nelly dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Nelly menambahkan, menambahkan, semakin banyak generasi muda Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk menguasai teknologi masa depan, sehingga mereka mampu menjadi inovator yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Binus University memandang bahwa pendidikan AI tidak cukup berfokus pada kemampuan teknis semata. Karena itu, kurikulum Artificial Intelligence dirancang secara multidisiplin dengan mengkombinasikan fondasi matematika, data science, machine learning hingga computer vision.

Selain pembelajaran di kelas, mahasiswa juga memperoleh pengalaman melalui proyek nyata dan kolaborasi dengan industri agar memahami bagaimana AI diterapkan untuk menjawab tantangan yang dihadapi dunia kerja.

Sementara itu, Dekan School of Computer Science Binus University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., menilai bahwa cara pandang masyarakat terhadap AI perlu berubah.

Menurutnya, pertanyaan yang paling penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, tetapi apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI.

Baca juga : Film Akal Imitasi Tegaskan Peran Guru Tak Tergantikan oleh AI

"AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan bagian dari kehidupan kita hari ini. Karena itu, yang perlu dipersiapkan bukan hanya kemampuan menggunakan berbagai tools AI, tetapi juga kemampuan memahami cara kerjanya, mengevaluasi hasilnya, mengembangkan solusi berbasis AI, serta menerapkannya secara bertanggung jawab untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat maupun industri," ujar Derwin.

Ia menambahkan, AI harus menggabungkan fondasi akademik yang kuat, pengalaman industri, dan pembelajaran lintas disiplin.

Di tengah perubahan ekonomi global yang semakin dipengaruhi oleh AI, investasi terbaik yang dapat dipersiapkan orang tua bagi anak bukan hanya memilih jurusan yang diminati hari ini, tetapi memastikan mereka memperoleh kompetensi yang akan tetap relevan di masa depan.

Melalui perluasan Program Artificial Intelligence di berbagai kampusnya, Binus University berkomitmen membantu mencetak lebih banyak talenta AI yang adaptif, inovatif, serta mampu berkontribusi dalam membangun ekonomi digitaldan bersaing di tingkat global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.