BREAKING NEWS
 

Meracik Inovasi Di Laboratorium Sentul

Elnusa Jaga Pasokan Migas Terus Mengalir

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 21 Agustus 2026 06:40 WIB
R&D Specialty & Refinery Chemical Elnusa Ihsan Arifin memperlihatkan fasilitas phase behavior test di Laboratorium Chemical Elnusa, Sentul, Jawa Barat, Jumat (14/8/2026). (Foto: Fazry/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di balik pintu Laboratorium Chemical PT Elnusa Tbk di Sentul, Jawa Barat, mesin bekerja dalam tekanan hingga 15.000 Pound per Square Inch (PSI) dan suhu 450 derajat Fahrenheit. Dari tempat inilah inovasi dikembangkan untuk menjawab tantangan industri minyak dan gas (migas) bumi, sekaligus menjaga energi tetap mengalir.

Suara mesin dan aroma bahan kimia menyambut langkah Rakyat Merdeka dan rombongan media saat memasuki Elnusa Integrated Laboratory (Chemical R&D/Drilling Fluid Laboratory) di Sentul, Jawa Barat, Jumat (14/8/2026).

Di tempat ini, energi tidak hanya dibicarakan sebagai komoditas. Tetapi diuji, diracik, dan dikembangkan melalui teknologi.

Salah satu yang menarik perhatian adalah mesin mixer yang mampu berputar lebih dari 20.000 revolutions per minute (rpm). Di ruang lain, pengujian dilakukan dengan tekanan ekstrem. Tekanan dapat mencapai 1.500 PSI menggunakan nitrogen dan hingga 15.000 PSI dengan hydraulic oil. Sementara temperatur pengujian dapat mencapai 450 derajat Fahrenheit.

Baca juga : DPR Minta Pemda Setop Pengangkatan Staf Baru

Laboratorium tersebut menjadi bagian dari perjalanan Elnusa dalam mengembangkan teknologi dan inovasi untuk mendukung industri migas.

Manager Corporate Communication Elnusa Thoriq Nul Akbar mengatakan, teknologi dan inovasi menjadi salah satu fokus perusahaan dalam memperkuat bisnis, terutama di sektor hulu migas.

“Tahun ini kami mengusung tema We Discover Technology and Innovation Age, yaitu lebih mengedepankan teknologi dan inovasi,” ujar Thoriq saat menerima kunjungan media.

Menurut dia, Elnusa fokus mengembangkan teknologi untuk mendukung berbagai bisnis di sektor upstream. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan menangkap peluang dan memperkuat kehadiran di sektor energi.

Baca juga : BI Rancang Mesin EDC Untuk Transaksi KKI

Semangat tersebut menemukan bentuk konkretnya di bisnis Chemicals Elnusa Petrofin.

Research & Development Specialty & Refinery Chemical Elnusa Ihsan Arifin menjelaskan, bisnis Chemicals memiliki tiga lini utama, yakni Drilling Fluid Chemicals, Specialty Chemicals, dan Enhanced Oil Recovery (EOR).

Ketiganya bekerja pada tahapan berbeda dalam perjalanan minyak dari dalam bumi hingga menjadi energi yang digunakan masyarakat.

Pada tahap pengeboran, misalnya, diperlukan drilling fluid atau lumpur pemboran. Berbeda dengan sumur air, sumur minyak memiliki kedalaman dan tekanan yang jauh lebih tinggi, sehingga membutuhkan lumpur dengan formulasi khusus.

Adsense

Baca juga : Manajemen Ancol Diminta Awasi Ketat Event Publik

“Lumpur ini punya spesifikasi khusus, yang ternyata tidak sembarangan. Dan di sinilah lumpur ini diformulasikan atau dibuat,” kata Ihsan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense