Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Seri MotoGP 2026 akan berlanjut ke Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, pada 28–30 Agustus 2026. Balapan ini diprediksi menjadi salah satu momen penting dalam perebutan gelar juara dunia karena persaingan di papan atas masih sangat ketat.
Dengan 10 seri tersisa dan 370 poin maksimal yang masih bisa diraih, enam pembalap teratas hanya terpaut 56 poin. Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura yang sama-sama mengendarai Aprilia RS-GP saat ini berada di tiga besar klasemen.
Di belakang mereka terdapat dua rider Ducati, Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio, serta Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia.
Kondisi tersebut membuat hasil di Aragon berpotensi mengubah peta persaingan. Chief Executive Officer (CEO) Aprilia Racing, Massimo Rivola, menilai karakter Sirkuit MotorLand Aragon akan menjadi ujian penting bagi para kandidat juara.
“Aragon bisa memberi kita gambaran tentang siapa penantang gelar juara dunia yang sebenarnya,” ujar Rivola seperti dikutip dari Crash, kemarin.
Baca juga : Mesra Di Kremlin, Putin Dan Presiden Myanmar Bestie
Aprilia memang menguasai tiga posisi teratas klasemen. Namun, mereka menghadapi ancaman serius dari Marc Marquez.
Aragon merupakan salah satu sirkuit favorit pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut. Marquez telah mengoleksi tujuh kemenangan Grand Prix di trek itu. Ia juga memenangi empat balapan terakhirnya di Aragon bersama Ducati.
Rekor tersebut membuat Ducati tetap menjadi ancaman meski performanya sepanjang musim 2026 tidak selalu konsisten.
Michele Pirro menilai karakteristik setiap sirkuit memiliki pengaruh besar terhadap peta kekuatan MotoGP musim ini. Menurut dia, Ducati bisa kesulitan di satu trek, tetapi kembali kompetitif di trek lainnya.
“Setiap sirkuit akan memiliki ceritanya tersendiri. Akan ada sirkuit di mana kami mengalami kesulitan, seperti di Silverstone, dan ada pula yang tidak terlalu menyulitkan kami,” kata Pirro kepada media Italia, GPOne.
Baca juga : Syahrini Comeback, Bawa Kau Yang Utama
Pirro bahkan memperkirakan Ducati dapat kembali menjadi tolok ukur di Aragon.
“Kita telah melihat bahwa lintasan, kondisi, dan karakteristik sirkuit memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan faktor lainnya.
Jadi, saya memperkirakan mungkin kami akan kembali menjadi tolok ukur di Aragon. Marc Marquez bisa jadi merupakan tolok ukurnya,” ujarnya.
Bagi Aprilia, Aragon menjadi kesempatan untuk membuktikan konsistensi mereka setelah tampil kuat sepanjang musim.
Pabrikan asal Noale, Italia, itu sebelumnya memiliki catatan kurang baik ketika memasuki paruh kedua musim. Pada 2023 dan 2024, performa Aprilia cenderung menurun ketika kompetisi memasuki fase akhir.
Baca juga : Kepuasan Rakyat AS ke Trump Nyungsep
Namun, tren tersebut mulai berubah pada musim lalu. Aprilia mampu meraih kemenangan melalui Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez.
Rivola berharap hasil tersebut menjadi awal dari perubahan konsistensi Aprilia pada musim-musim berikutnya.
“Secara statistik, dulu kami tampil buruk di paruh kedua musim, tetapi tahun lalu kami cukup kuat. Saya berharap catatan tahun lalu menjadi statistik yang lebih baik untuk masa depan. Kita lihat saja nanti,” tutur Rivola.
Selain performa motor, kondisi fisik pebalap juga menjadi perhatian Aprilia. Padatnya jadwal MotoGP membuat kebugaran dapat menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Rivola menyebut kondisi Jorge Martin saat ini cukup baik. Sementara Bezzecchi masih memiliki waktu untuk memulihkan kebugarannya sebelum menghadapi balapan di Aragon. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya