RM.id Rakyat Merdeka - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney berkolaborasi dengan anak usahanya, PT Sarinah (Persero) atau InJourney Retail, memperkuat kapasitas dan akses pasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program InJourney UMKM by Sarinah PANDU.
Program tersebut ditujukan untuk membuka lebih banyak peluang bagi UMKM agar dapat masuk dan berkembang dalam ekosistem pariwisata Indonesia, mulai dari sektor ritel, bandara, destinasi wisata, hingga perhotelan.
Program InJourney UMKM by Sarinah PANDU merupakan pengembangan dari pengalaman Sarinah melalui Sarinah PANDU yang selama ini telah memberikan pembinaan dan pelatihan kepada lebih dari 1.100 UMKM.
Komisaris Utama InJourney Iwan Setyawan mengatakan, UMKM memiliki peran penting dalam memperkuat rantai nilai pariwisata Indonesia. Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas usaha, kualitas produk, dan akses terhadap pasar yang lebih luas.
“UMKM bukan hanya bagian dari perekonomian, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pariwisata Indonesia. Karena itu, kita perlu memastikan UMKM memiliki kemampuan dan akses yang dibutuhkan agar dapat tumbuh, berdaya saing, dan menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata,” kata Iwan dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Menurut Iwan, kolaborasi InJourney dan Sarinah melalui program tersebut diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi UMKM untuk berkembang sekaligus terhubung langsung dengan ekosistem pariwisata.
Baca juga : Universitas Trisakti Gelar PKM Internasional Migrant Money Guide di Ho Chi Minh
Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman mengatakan, penguatan UMKM merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang memberikan manfaat lebih luas dan berkelanjutan.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi sekaligus bagian dari masa depan bangsa. Karena itu, yang kita bangun bukan hanya program pelatihan, tetapi sebuah proses pembinaan yang berkelanjutan,” ujar Herdy.
Program InJourney UMKM by Sarinah PANDU diikuti 81 UMKM. Para peserta mendapatkan pembinaan yang mencakup peningkatan kapasitas usaha, kurasi produk, hingga kesempatan mengikuti pameran dan melakukan uji pasar.
Rangkaian program dimulai dengan proses kurasi UMKM pada 8-9 Juli 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Training of Trainers (ToT) bagi 25 talent pool trainer Sarinah pada 13-17 Juli 2026.
Dalam program tersebut, Sarinah juga mengembangkan 10 modul pembelajaran. Modul disusun berdasarkan kerangka pembelajaran yang telah dimiliki Sarinah, kebutuhan peningkatan kapabilitas UMKM, serta kebutuhan pasar.
Selanjutnya, para peserta mengikuti kegiatan capacity building pada 8-11 Agustus 2026 di Sarinah Thamrin, Jakarta.
Baca juga : KKI 2026 Hadirkan Produk Unggulan 550 UMKM Indonesia
Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan Expo InJourney UMKM by Sarinah PANDU pada 12-14 Agustus 2026 di Area Pusaka, Sarinah.
Expo menjadi kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk menampilkan produk, mendapatkan pengalaman berinteraksi langsung dengan konsumen, melakukan uji pasar, sekaligus membangun jejaring bisnis.
Program tidak berhenti pada kegiatan expo. Sebanyak sembilan UMKM kembali terpilih untuk mengikuti Festiloka by BRImo pada 16-17 Agustus 2026.
Keikutsertaan tersebut memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus mendapatkan pengalaman berinteraksi langsung dengan konsumen.
Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Raisha Syarfuan mengatakan, kolaborasi dengan InJourney menjadi langkah untuk memperluas pengalaman Sarinah dalam pembinaan UMKM melalui Sarinah PANDU.
“Melalui Sarinah PANDU, kami telah membangun pengalaman dalam pembinaan UMKM, termasuk melalui pengembangan silabus, modul, dan trainer. Kami bangga pengalaman tersebut kini dapat dikembangkan bersama InJourney dalam skala yang lebih luas,” ujar Raisha.
Baca juga : BI Gelar KKI 2026, Dorong UMKM Bangkit Dan Perluas Akses Pasar
Menurut Raisha, pembinaan UMKM tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan kapasitas. Pelaku usaha juga perlu memperoleh akses dan peluang pasar agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Karena itu, program tersebut menggabungkan pembinaan dengan kesempatan bagi UMKM untuk menguji produk secara langsung di pasar. Pendekatan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memahami kebutuhan konsumen sekaligus meningkatkan kualitas produk.
Bagi Sarinah, penguatan kapasitas pelaku usaha juga menjadi bagian dari perannya sebagai retail-based cultural experience center. Melalui kolaborasi dengan InJourney, 81 UMKM peserta diharapkan dapat terus berkembang dan terhubung dengan ekosistem pariwisata serta pasar yang lebih luas.
Sarinah juga mengembangkan silabus, modul, dan trainer sebagai bagian dari InJourney Retail Academy. Pengembangan tersebut ditujukan untuk membangun kemampuan pembinaan UMKM yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Melalui program InJourney UMKM by Sarinah PANDU, InJourney dan Sarinah ingin memastikan pembinaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan. Penguatan kapasitas, kurasi produk, pengalaman uji pasar, dan akses ke ekosistem pariwisata diharapkan dapat menjadi pijakan bagi UMKM untuk naik kelas dan memperluas pasar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.