Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penjualan Madu Asal Malang Meroket 300 Persen
Digitalisasi Dongkrak Pasar Dan Omzet UMKM
Rabu, 19 Agustus 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Digitalisasi membuka pasar lebih luas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal itu dirasakan Andoni Pridatama, pelaku usaha madu asal Malang, Jawa Timur, yang berhasil meningkatkan penjualan lebih dari 300 persen setelah mengembangkan bisnis melalui kanal digital.
Pemilik usaha Sarang Maduku tersebut mulai fokus memanfaatkan saluran digital sejak 2020. Penjualan dilakukan melalui berbagai marketplace, antara lain Shopee, Tokopedia, TikTok, dan Lazada. Di saat yang sama, pengenalan merek diperkuat melalui media sosial Instagram, TikTok, dan Facebook, serta didukung situs web dan iklan online.
Strategi tersebut perlahan mengubah skala bisnis Sarang Maduku. Sebelum memanfaatkan kanal digital, penjualannya masih terbatas. Setelah masuk ke berbagai platform digital, volume penjualan meningkat lebih dari 300 persen.
“Dari rata-rata 10 paket menjadi 30 paket, lalu terus tumbuh hingga mencapai ribuan paket per bulan,” ungkap Andoni saat dihubungi Rakyat Merdeka, Jumat (14/8/2026).
Saat ini, Shopee menjadi saluran penjualan terbesar Sarang Maduku, disusul Tokopedia dan TikTok yang kini terintegrasi dalam satu ekosistem. Secara keseluruhan, volume penjualan mencapai 5.000 hingga 8.000 kemasan per bulan, dengan kapasitas produksi madu 3 hingga 5 ton per hari.
Baca juga : Efisiensi Pengadaan Jadi Kunci Berantas Korupsi
“Nilai omzet kami Alhamdulillah, per bulan telah menyentuh ratusan juta rupiah. Produk madu jenis multiflora menjadi yang paling diminati pembeli,” katanya.
Menurut Andoni, manfaat digitalisasi tidak berhenti pada perluasan kanal penjualan. Sarang Maduku juga mulai membangun sistem operasional internal agar pertumbuhan usaha dapat dikelola lebih efektif.
“Selain penjualan online, kami terus mengembangkan sistem operasional internal dengan membangun kemampuan tim, termasuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi kerja,” ucapnya.
Minta Marketplace Lokal
Dalam proses transformasi digital tersebut, Sarang Maduku juga memperoleh dukungan dan kesempatan pembinaan dari Pemerintah. Salah satunya melalui program Kementerian UMKM yang menjangkau ribuan pelaku usaha.
Dari pengalaman tersebut, Andoni berharap Indonesia memiliki pasar daring nasional yang dikelola sendiri dan memprioritaskan produk dalam negeri.
Baca juga : Perkuat Soliditas Internal, PSI Surabaya Aktifkan Kerja-kerja Struktural
“Saya berharap, Indonesia memiliki pasar daring (dalam jaringan/online) sendiri, dikelola oleh bangsa sendiri, yang isinya produk 100 persen buatan dalam negeri. Biaya layanannya harus rendah, bahkan sebisa mungkin gratis,” harapnya.
Terpisah, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Indonesia (AKUMANDIRI) Hermawati Setyorinni mengamini bahwa digitalisasi memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, terutama dalam transaksi pembayaran yang lebih aman dan praktis.
“Digitalisasi menjadi jembatan terbesar yang selama ini menjadi kendala utama UMKM, keterbatasan jangkauan pasar,” kata Hermawati kepada Rakyat Merdeka, Jumat (14/8/2026).
Sementara itu, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, terdapat tiga faktor utama yang menentukan keberhasilan digitalisasi UMKM. Yakni infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), serta pemanfaatan teknologi untuk kegiatan ekonomi.
Infrastruktur digital, kata Nailul, masih belum merata, terutama di luar Pulau Jawa. Apalagi pengetahuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi juga perlu terus ditingkatkan.
Baca juga : Donald Trump Konyol Dan Coreng Citra AS
“Ini yang perlu diperhatikan untuk digitalisasi sektor UMKM. Karena itu, kolaborasi Pemerintah dan swasta juga diperlukan,” katanya kepada Rakyat Merdeka, Jumat (14/8/2026).
Menurut Nailul, digitalisasi sangat penting bagi UMKM yang umumnya bergerak di sektor perdagangan. Pemanfaatan teknologi dapat membantu memperluas jangkauan pasar, mempermudah akses pasokan, sekaligus menekan biaya operasional. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya