RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi menguat 28 poin atau 0,16 persen menjadi Rp 17.695 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp 17.721 per dolar AS.
Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang bergerak di zona hijau terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,01 persen, peso Filipina naik 0,24 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,34 persen. Selanjutnya, dolar Singapura menguat 0,02 persen, yen Jepang naik 0,17 persen, serta won Korea Selatan terapresiasi 0,01 persen.
Baca juga : Rupiah Naik Tipis ke Level Rp 17.690
Sementara itu, dolar Hong Kong melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh penurunan harga minyak mentah dunia.
Baca juga : Subsidi Energi 2027 Bengkak Jadi 272 T
Selain itu, meningkatnya harapan terhadap tercapainya perdamaian di Timur Tengah turut memberikan sentimen positif bagi mata uang Garuda.
“Hal ini menyusul laporan bahwa Iran dan Oman membahas pembentukan koridor maritim gabungan sementara di Selat Hormuz,” kata Lukman.
Baca juga : Uang Beredar Naik 8,3% Pada Juli 2026, Tembus Rp 10.371 T
Dengan sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan hingga perdagangan sore. Ia memperkirakan, rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 17.650 hingga Rp 17.750 per dolar AS pada perdagangan Rabu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.