Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Profil Jay Herdman, Putra Pelatih Timnas yang Jadi Andalan Baru Bali United
- Barcelona Tutup Pramusim dengan Gelar Joan Gamper Trophy 2026
- Fitrah Maulana Bangga Bawa Persib Juara Dewata Challenge Series
- STY Puji Perkembangan Persija Usai Laga Uji Coba Di Thailand
- Gabung Klub Arab Saudi, Kakak Pemain Persib Dibanderol Rp1,4 T
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi dibuka menguat 0,16 persen atau 31 poin ke level Rp 17.809 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp 17.840 per dolar AS.
Sementara itu, pergerakan mata uang kawasan Asia terhadap dolar AS bervariasi. Baht Thailand menguat 0,26 persen, ringgit Malaysia naik 0,51 persen, yuan China menguat 0,15 persen, dan dolar Taiwan naik 0,26 persen.
Sebaliknya, rupee India melemah 0,08 persen, won Korea Selatan turun 0,39 persen, dan yen Jepang melemah 0,20 persen terhadap dolar AS.
Baca juga : Rupiah Kembali Melemah Ke Rp 17.864
Indeks dolar AS terhadap mata uang utama lainnya menguat 0,03 persen ke level 98,75. Adapun rupiah terhadap poundsterling Inggris melemah 0,08 persen menjadi Rp 24.258, terhadap euro stagnan di level Rp 20.703, dan terhadap dolar Australia melemah 0,24 persen menjadi Rp 12.669.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah terjadi setelah pasar mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dinilai masih menunjukkan sikap relatif hawkish meski bank sentral mempertahankan suku bunga acuan.
BI memutuskan mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen dalam RDG yang berlangsung pada 18-19 Agustus 2026.
Baca juga : Selasa Pagi, Rupiah Melemah Ke Level Rp 17.847
“Sikap tersebut mencerminkan komitmen BI yang tetap kuat pada stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global, sehingga turut memberikan sentimen positif bagi rupiah,” kata Lukman, Kamis (20/8/2026).
Menurut dia, rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan apabila risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) memberikan sinyal yang lebih rendah atau less hawkish.
Ekspektasi tersebut muncul setelah sejumlah data ekonomi AS terbaru menunjukkan tanda-tanda pelemahan, sehingga pasar mulai mengurangi ekspektasi terhadap pengetatan moneter lebih lanjut.
Baca juga : Sehari Setelah Memerah, Pasar Kembali Hijau
“Rupiah masih berpotensi menguat apabila dalam risalah pertemuan FOMC malam ini The Fed memberikan pernyataan yang less hawkish menyusul serentetan data ekonomi AS yang lebih lemah akhir-akhir ini,” ujarnya.
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 17.750 hingga Rp 17.850 per dolar AS sepanjang perdagangan Kamis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya