RM.id Rakyat Merdeka - Pertamina tidak hanya mengajak masyarakat berlari pada momen Eco RunFest tahun ini, tetapi juga membawa pesan kuat tentang kepedulian menjaga lingkungan. Perusahaan pelat merah itu telah menyiapkan tujuh inisiatif keberlanjutan, dari pemanfaatan limbah hingga pengelolaan sampah, dalam ajang yang akan digelar pada 6 Desember 2026.
Mengusung tema Spark the Change, Leave Zero Trace, Pertamina Eco RunFest 2026 akan digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan Istora, Senayan, Jakarta.
Direktur Manajemen Risiko Pertamina Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, keberlanjutan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ajang yang memasuki tahun ke-13 tersebut.
Pertamina Eco RunFest, kata Siddik, terus berkembang dari sekadar ajang olahraga menjadi festival yang memadukan olahraga, musik, gaya hidup, dan komunitas.
“Ini sekaligus menjadi pemantik berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk mengurangi dampak terhadap lingkungan,” kata Siddik saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Pertamina menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung ikut memeriahkan acara tersebut. Namun, Siddik menegaskan, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah peserta maupun kelancaran acara, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya pelari, terhadap isu lingkungan.
Baca juga : AS Kuras Gaji Tentara
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, komitmen tersebut diwujudkan melalui tujuh inisiatif. Yakni eco jersey, eco innovation, eco mission, eco talent, eco production, eco waste management, dan eco education.
“Inisiatif keberlanjutan ini bukan sekadar wacana, melainkan tertuang nyata pada berbagai mata acara, mulai dari penggunaan material produksi, pembuatan jersey lari, hingga pengelolaan sampah,” terang Baron.
Melalui eco jersey, limbah botol plastik dan tekstil dimanfaatkan menjadi material jersey pelari. Sementara eco production menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan menggunakan material hasil daur ulang dan material sewa, serta memanfaatkan kembali sejumlah elemen produksi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Pengelolaan sampah dilakukan melalui eco waste management sepanjang rangkaian kegiatan. Mulai dari konferensi pers, Road to Event, hingga pelaksanaan Pertamina Eco RunFest. Sampah organik juga diolah melalui Maggot Corner.
Untuk melibatkan generasi muda, eco innovation memberikan ruang bagi pelajar mengembangkan solusi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Adapun eco mission menghubungkan kegiatan dengan manfaat bagi sekolah, masyarakat, dan ruang publik.
Baca juga : Serius Bidik Mafia Pembuang Sampah, Pram Bakal Sanksi Dan Bersihkan Ordal
Seluruh keuntungan penjualan tiket Pertamina Eco RunFest 2026 akan didonasikan 100 persen untuk mendukung eco mission.
“Walaupun larinya pada 6 Desember, tetapi impact kepada lingkungan sudah akan terasa sejak pembelian tiket,” tutur Baron.
Tiket dapat dibeli melalui aplikasi MyPertamina mulai 27 Agustus 2026 untuk Redemption Points MyPertamina dan 28 Agustus 2026 untuk penjualan publik.
Adapun eco talent melibatkan figur publik untuk mengampanyekan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Pertamina juga menyediakan sustainability dashboard dan carbon calculator sebagai bagian dari eco education untuk membantu masyarakat memahami jejak lingkungan dari aktivitas yang dilakukan.
“Seluruh inisiatif ini kami harapkan bisa mendorong semangat menjaga lingkungan agar tidak berhenti setelah kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari,” jelas Baron.
Selain aspek lingkungan, keselamatan pelari juga menjadi perhatian, terutama terkait kualitas udara Jakarta.
Baca juga : Liverpool Vs Nottingham Forest , Wajib Menang Di Anfield
Ketua Komisi Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Setyo Haryo Wibisono mengatakan, kualitas udara perlu diperhatikan karena berdampak terhadap pelari maupun masyarakat yang berolahraga.
Mengacu pada World Athletics, terdapat parameter untuk menentukan apakah perlombaan dapat dilanjutkan atau dihentikan. Race director dan medical director akan memantau kondisi lomba.
Race Director Pertamina Eco RunFest 2026 Reza Puspo mengatakan, pihaknya telah mengantongi sertifikasi World Athletics untuk rute kategori half marathon. Pelaksanaan lomba juga didukung sterilisasi rute secara penuh oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Selain half marathon, tersedia kategori lari 1,5 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer yang mengambil titik awal di kawasan GBK. Pertamina Eco RunFest 2026 juga menyediakan kategori khusus bagi penyandang disabilitas.
“Ini bagian dari upaya kami untuk memastikan ajang olahraga tersebut dapat diikuti seluruh masyarakat dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam,” tutupnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.