RM.id Rakyat Merdeka - Jayapura bukan sekadar kota di ujung timur Indonesia. Bagi Noken Clothing, kota itu adalah titik awal produknya kini menjangkau seluruh penjuru negeri, bahkan mulai melangkah ke luar negeri.
Kemudahan akses digital menghapus jarak ribuan kilometer membuat produk Noken Clothing Pulau Papua dapat sampai ke tangan pembeli di pulau mana pun.
Hal inilah yang membuat sang pemilik Noken Clothing Paris Asa Bumbungan (35), merasa bersyukur.
"Orang yang tadinya tidak tahu produk kami, kini mulai mengenal Noken Clothing lewat penjualan online dari Jayapura," ujarnya saat ditemui Rakyat Merdeka/RM.id di sebuah pameran kerajinan dan kriya di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Noken Clothing merupakan brand fashion Papua yang berdiri di Jayapura pada 19 Desember 2014. Asa, sapaan akrabnya, merancang dan memproduksi kaos, kemeja, jaket, serta busana siap pakai (ready to wear) yang memadukan desain modern dengan inspirasi budaya, alam, dan identitas Papua.
Setiap produk membawa cerita tentang kebanggaan Papua dalam tampilan yang rapi, nyaman, dan relevan untuk kebutuhan harian, komunitas, acara budaya, hingga souvenir.
Noken Clothing juga mendukung pengembangan talenta kreatif lokal agar semakin profesional dan mandiri.
“Bisa dibilang, Noken Clothing ini adalah mimpi saya dalam membangun usaha dengan membawa cerita tentang kebanggaannya terhadap kota kelahiran kami di luar Papua,” ucapnya.
Sedikit kilas balik, Asa mulai membangun Noken Clothing berawal saat masih menjadi mahasiswa. Dia melihat banyak teman yang putus kuliah atau sering absen padahal orang tua mereka bekerja keras membiayai pendidikan.
“Saya mau menegur namun takut salah berkata. Akhirnya pilih cara lain. Yaitu, buat baju dengan pesan tersirat,” ceritanya.
Dari situ ternyata hasilnya bagus. Akhirnya dia mengumpulkan modal sedikit demi sedikit. Pada 2016, baru berani menyewa tempat usaha. Sejak itu, usaha terus berjalan dan seluruh proses produksi dilakukan di Jayapura, Papua.
Produk andalan yang paling banyak dicari adalah kaos dan kemeja bermotif khas Papua. Desain luar (outer) pun mulai dikembangkan dan mendapat sambutan baik.
Kini Noken Clothing mempekerjakan sekitar 13-14 orang karyawan, terbagi di bagian produksi, administrasi, penjualan, hingga pembuatan konten digital.
Namun tantangan logistik tak bisa dihindari. Selama proses produksi, motif dan kain diproses di Solo, baru dikirim kembali ke Papua untuk dijahit.
Baca juga : Tak Ingin Jamur Terbuang, Astuti Bangun Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
“Jauh, mahal, dan memakan waktu. Dan ini memang menjadi realitas yang harus kami jalani setiap hari,” katanya.
Noken Clothing saat ini memproduksi di sebuah rumah yang terdiri dari dari empat lantai. Lantai pertama digunakan untuk penjualan. Lantai kedua untuk jasa sablon dan konveksi. Lantai ketiga adalah ruang studio untuk live streaming. Dan keempat untuk tempat produksi.
Manfaatkan Program Ongkir Shopee
Asa bercerita, mulai memberanikan menjual di online di Shopee sekitar tahun 2021. Dengan akun Noken Clothing Official, mereka memiliki jumlah pengikut hingga 1.300 orang di Shopee.
Pertimbangan Asa memilih berjualan online di Shopee, karena platform belanja ini memiliki jangkauan pembeli yang sangat luas di seluruh pelosok Indonesia, serta kemudahan dalam pengelolaan pesanan, maupun sistem pembayaran yang terjamin keamanannya.
“Yang paling penting ada manfaat dukungan fitur promosi dan subsisi ongkos kirim (ongkir) yang bisa dimanfaatkan. Jadi nanti konsumen nggak keberatan lagi kalau mau order mikir ongkir,” ucapnya.
Pertimbangan lain juga menurut Asa, dengan jualan secara online membantu produk-produk karya Papua ini semakin dikenal masyarakat luas tanpa terbatas jarak dan wilayah.
Diakuinya, usaha yang dijalankan bukan tanpa hambatan. Diakui Asa, sejak masuk berjualan di Shopee, dia mengaku kebanjiran order, apalagi dari luar Papua. Namun tetap membawa tantangan tersendiri baginya.
Asa menyebut, dua hal yang menjadi tantangan. Yakni, ongkir dan ketersediaan bahan baku. Karena sampir seluruh bahan kain harus didatangkan dari Jawa seperti dari Surabaya, Bandung, Solo, lalu dikirim ke Papua dengan biaya pengiriman yang sangat tinggi.
"Kalau di Jawa butuh bahan bisa diambil besok. Di Papua kami harus pesan jauh sebelumnya. Kami mengandalkan stok kain yang disiapkan lebih dulu, baru dicetak dan dijahit saat ada pesanan," katanya.
Untungnya, di Shopee persoalan ongkir terasa jauh lebih ringan berkat adanya subsidi dan program ongkos kirim terjangkau yang berlaku hingga ke wilayah Papua.
“Kalau di tanggal kembar misalnya 9.9 itu malah bisa gratis ongkir. Belum lagi ditambah ada pilihan Gratis Ongkir XTRA (GOX),” katanya.
GOX merupakan program opsional yang memberikan kesempatan bagi penjual untuk menawarkan promosi Gratis Ongkir kepada Pembeli.
Tak hanya mengandalkan program gratis ongkir, untuk meningkatkan penjualan, Asa juga memanfaatkan fitur-fitur yang ada di Shopee seperti Shopee Video dan Shopee Live.
“Kami melakukan siaran langsung (live) penjualan hingga delapan jam sehari selama satu hingga dua tahun terakhir. Alhasil ini sangat mempengaruhi penjualan kami meningkat signifkan. Hampir rata-rata 50 hingga 70 persen,” ujarnya.
Apalagi saat ini, di tengah kondisi ekonomi yang tak menentu, agar penjualan tetap berjalan. Berbagai inovasi terus dilakukan Asa bersama timnya.
Bahkan di awal tahun, dia pernah mengalami penurunan lantaran adanya efisiensi, sehingga terjadi penurunan pesanan dan berimbas pada penjualan.
Baca juga : Produk UMKM Diserbu, Warga Shanghai Rela Antre Demi Cicipi Jajanan RI
“Kalau di tahun-tahun sebelumnya omzet kami sempat menyentuh Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar. Tapi sekarang memang terjadi penurunan,” katanya.
Untuk itu, Noken Clothing terus memanfaatkan dua saluran penjualan. Baik secara online maupun offline.
Diketahui, harga produk-produk ini bermacam-macam tergantung jenis produknya. Misalnya, untuk totebag dibanderol Rp 85 ribu, dan kaos mulai Rp 65 ribu-150 ribuan, jaket semi parka seharga Rp 350 ribuan, hoodie bervariasi mulai Rp 150 ribu-Rp 250 ribuan, kemeja di kisaran Rp 200 ribu-Rp 500 ribuan.
Uniknya, kata-kata mengandung pesan yang dibuat Noken Clothing ditujukan untuk anak-anak muda terutama yang masih bersekolah.
Kata-kata desain lainnya mengambil istilah dari dialek bahasa Melayu Papua yang digunakan sebagai bahasa pergaulan sehari-hari anak muda Papua di perkotaan. Seperti ‘Abu naik’, ‘Barang jalan biasa, sayan’, dan ‘Kas jadi.’
Lalu ada, ‘Kejar dulu ko pu SKS, jang kejar orang pu pacar, karena banyak orang pacaran dan lupa kuliah,’ lalu ‘Sukses dulu baru ade ko,’ ‘Tra usah bicara banyak, just do it ,’ dan masih banyak lainnya.
Dukungan Platform
Di beberapa kesempatan, Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Christin Djuarto menekankan, konvergensi channel online dan offline di dunia ritel merupakan fenomena yang dapat dimengerti. Hal itu terjadi karena semakin pesatnya perkembangan teknologi.
Di dunia retail, trennya adalah mengoptimalkan semua medium yang ada sehingga kesempatan untuk menjangkau pasar serta melakukan transaksi menjadi lebih luas.
“Tren belanja online saat ini terus berkembang ke arah positif. Kami berharap dapat membantu lebih banyak pembeli, pelaku usaha serta komunitas untuk mendapatkan keuntungan dan dampak positif dari platform e-commerce Shopee,” ujarnya.
Menyoal ini, Deputy Director of Public Affairs Radynal Nataprawira mengatakan, dukungan yang konsisten dan relevan menjadi kunci penting, agar usaha lokal dapat terus berkembang dan berdaya saing di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang semakin cepat.
“Kami melihat dukungan promosi dalam bentuk voucher memberikan dampak nyata dalam membantu meningkatkan minat beli konsumen dan memperbesar peluang transaksi,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Minggu (30/8/2026).
Radynal menekankan, berangkat dari efektivitas tersebut, Shopee menghadirkan Voucher Akselerasi Usaha Lokal sebagai bentuk dukungan tambahan bagi Penjual dengan 100 persen produk lokal agar dapat berkembang lebih berkelanjutan.
Melalui program ini, penjual yang memenuhi syarat akan secara otomatis menerima voucher senilai Rp 500 ribu per toko mulai 17 Mei 2026 yang dapat langsung digunakan untuk menarik pembeli saat bertransaksi di toko mereka.
Selanjutnya, voucher akan diberikan secara rutin setiap tanggal 17 pada bulan berikutnya, guna membantu meningkatkan daya tarik produk lokal dan mendorong pertumbuhan penjualan secara berkelanjutan.
Bukan cuma itu, diungkapkan Radynal, kehadiran Voucher Akselerasi Usaha Lokal melanjutkan berbagai upaya Shopee untuk memperkuat performa usaha lokal di platform.
“Dukungan promosi berbasis voucher dipilih karena terbukti efektif dalam membantu penjual meningkatkan kinerja bisnis,” tegasnya.
Misalnya, sepanjang 2025, kampanye Hari Belanja Lokal telah membantu penjual lokal meningkatkan penjualan hingga dua kali lipat melalui dukungan berbagai voucher selama periode kampanye.
Sementara itu, kanal Shopee Pilih Lokal juga membantu penjual mencatat peningkatan pendapatan hingga 40 persen pada 2025 melalui berbagai promo khusus produk lokal, didukung oleh kehadiran berbagai jenis voucher Shopee senilai total Rp 165 miliar.
Baca juga : Bersama BRI, Usaha Mikro Rawat Resep Terasi Kumbe Merauke Raih Pasar Lebih Luas
“Data internal kami menunjukkan bahwa dukungan promosi dan subsidi dari platform menjadi salah satu stimulus penting untuk menjaga daya saing usaha lokal, dan mendorong pertumbuhan transaksi secara berkelanjutan di ekosistem digital,” katanya.
Dia memastikan, melalui dukungan ini, Shopee ingin memastikan produk lokal tidak hanya hadir di ekosistem digital. Tetapi juga mampu menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia serta memiliki daya saing yang semakin kuat di era digital.
Mengutip penelitian yang dipublikasikan di ScienceDirect yang menggunakan data transaksi riil dari platform e-commerce, menemukan bahwa promosi berbasis dukungan finansial seperti voucher dan kupon memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan penjualan dan conversion rate.
Studi ini menunjukkan bahwa, konsumen cenderung lebih responsif terhadap promo yang memberikan penghematan secara langsung. Riset tersebut juga menegaskan, voucher berfungsi sebagai alat untuk mengurangi hambatan psikologis dalam proses checkout.
Dalam praktiknya, promo berbasis diskon dinilai mampu mempercepat keputusan pembelian dan meningkatkan probabilitas transaksi, terutama di tengah tingginya persaingan antar penjual di platform marketplace.
Kabar Gembira Bagi UMKM Lokal
Kementerian UMKM juga tak ingin membiarkan pengusaha UMKM berusaha sendiri. Salah satu bentuk dukungan yang saat ini tengah disempurnakan adalah, memastikan aturan potongan biaya layanan sebesar 50 persen bagi seller UMKM di platform e-commerce, termasuk Shopee di dalamnya sudah diteken.
Pemberian diskon tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) UMKM Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan dan Peningkatan Daya Saing Usaha Mikro dan Usaha Kecil dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang mulai berlaku sejak 17 Juni 2026.
Tercantum dalam pasal 15 ayat 1 menyebutkan dalam pemberian insentif promosi dan pemasaran Produk Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf e, PPMSE non- usaha mikro, kecil, dan menengah wajib memberikan potongan Biaya Layanan paling sedikit 50 persen kepada UMK yang terverifikasi hanya menjual Produk Dalam Negeri.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, pasca aturan tersebut diteken, pengusaha UMKM di platform e-commerce sudah bisa mendaftarkan diri melalui sistem SAPA (Sistem Aplikasi Pelayanan) UMKM untuk mendapatkan insentif potongan biaya layanan tersebut.
“Ini menjadi bentuk upaya kami, memberikan perlindungan dan peningkatan daya saing terhadap usaha mikro dan kecil kita, yang memang mereka beraktivitas dalam berjualan di e-commerce,” tuturnya dalam konferensi pers Kick Off to Harbolnas 2026 di, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Maman menyebut, integrasi dengan SAPA UMKM penting karena Pemerintah perlu memiliki basis data, untuk memantau perkembangan pengusaha mikro dan kecil yang berjualan melalui platform digital.
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana menambahkan, pihaknya akan melakukan verifikasi baik secara langsung kepada pengusaha UMKM atau e-commerce tempat mereka berjualan.
"UMKM mengajukan dengan mendaftar lebih dulu melalui SAPA terkait diskon. Mereka juga harus mencantumkan produk apa saja mereka jual, dengan menyatakan bahwa produk itu adalah produk dalam negeri. Lokal ya,” tegasnya.
Temmy menekankan, selain memangkas biaya layanan, Pemerintah juga menyiapkan pembenahan hubungan kemitraan antara platform e-commerce dan pengusaha UMKM.
“Pemerintah bersama platform digital akan menyusun klausul minimum yang wajib tercantum dalam perjanjian kemitraan. Termasuk mengenai besaran komisi dan perubahan biaya layanan,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.