BREAKING NEWS
 

PHI dan BOS Foundation Kolaborasi Rehabilitasi Orang Utan di Kalimantan

Reporter & Editor :
FAZRY
Senin, 31 Agustus 2026 09:56 WIB
Melalui kolaborasi dengan BOS Foundation, PHI terus mendukung proses rehabilitasi orang utan, agar satwa ini dapat mengembangkan kembali kemampuan alaminya.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memperkuat dukungan terhadap upaya rehabilitasi orang utan dan pemulihan habitatnya di Kalimantan.

Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation bersama anak perusahaan PHI, yakni PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), serta afiliasinya, PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field dan Tanjung Field.

Dukungan tersebut mencakup program adopsi orang utan, penyediaan pakan, perawatan kesehatan, pemeriksaan medis, enrichment, hingga pembelajaran kemampuan hidup mandiri di habitat alami.

Selain itu, program juga diarahkan pada pemulihan vegetasi habitat. Salah satunya dilakukan PHM melalui penanaman 400 pohon jenis Bengkirang, Balangeran, Shorea leprosula, dan Kapur di area seluas satu hektare yang dipelihara serta diamankan selama lima tahun.

Baca juga : Antisipasi Karhutla, PHI Perkuat Pemadaman dan Edukasi di Kalimantan

Direktur Utama PHI, Muharram Jaya Panguriseng, menyatakan bahwa pelestarian orang utan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan operasi hulu migas yang bertanggung jawab. Dan berkelanjutan dengan menjaga keanekaragaman hayati di wilayah operasi Kalimantan.

“Kami percaya bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat yang berdaya dan mandiri serta lingkungan yang lestari akan mendukung keberlanjutan produksi migas Perusahaan untuk puluhan tahun yang akan datang. Karena itu, menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penerapan prinsip dan strategi keberlanjutan atau sustainability perusahaan,” ujar Muharram.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan BOS Foundation membutuhkan waktu, konsistensi, dan kepedulian bersama. Pihaknya berharap dukungan perusahaan dapat membantu lebih banyak orang utan mengembangkan kemampuan alami hingga siap kembali ke habitatnya.

Adsense

Saat ini, proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap di Samboja Lestari dan Nyaru Menteng. Beberapa individu orang utan seperti Anggoro (11), Bumi (9), Monita (7), Ecky (10), serta Otan dan Feruza (5) menunjukkan perkembangan kemampuan bertahan hidup, mulai dari memanjat, mengenali pakan alami, hingga membuat sarang.

Baca juga : Grup PHI Raih Tiga Penghargaan Media Relations Award 2026

Manager Environment PHI, Kemas Adrian, menjelaskan bahwa rehabilitasi orang utan bukan proses yang singkat karena satwa harus melalui berbagai tahapan sebelum siap hidup mandiri di alam.

Upaya konservasi dinilai perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari perlindungan individu hingga pengelolaan habitat.

“Rehabilitasi orang utan tidak dapat dipisahkan dari upaya memulihkan dan menjaga habitatnya. Karena itu, dukungan kami tidak hanya berfokus pada kebutuhan individu selama proses rehabilitasi, tetapi juga pada penguatan ekosistem melalui pemulihan vegetasi dan pengelolaan habitat secara berkelanjutan,” ujar Kemas.

Kemas menegaskan pentingnya ketersediaan lingkungan yang sehat saat satwa siap dilepasliarkan.

Baca juga : PHI Zona 9 Jangkau 750 Warga Lewat Program Pemberdayaan Masyarakat

“Ketika orang utan siap kembali ke habitat alaminya, lingkungan yang sehat dan mampu menyediakan sumber pakan serta ruang hidup menjadi bagian penting dari keberhasilan proses tersebut,” katanya.

Dalam lima tahun terakhir, PHI telah menanam lebih dari 600 ribu pohon di sekitar wilayah operasi hulu migas di Kalimantan untuk mendukung konservasi flora-fauna serta pengurangan emisi karbon.

“Kami percaya pentingnya komitmen dan tindakan nyata bersama untuk memastikan kegiatan operasi hulu migas berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang,” pungkas Kemas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense