Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
CSR PEP Tanjung Field Perkuat UMKM dan Ekonomi Warga Tabalong
Senin, 15 Juni 2026 09:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program tanggung jawab sosial PEP Tanjung Field mendorong kemandirian masyarakat Tabalong melalui usaha olahan ikan dan daur ulang seragam bekas.
Manajemen PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melakukan kunjungan ke lokasi program corporate social responsibility (CSR) unggulan PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, pada 11 Juni 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi untuk menilai efektivitas serta manfaat program bagi kelompok binaan dan masyarakat.
Rombongan mengunjungi Program Bank Sampah Masukau (BASMA) Kelompok Madani di Desa Masukau.
Dalam kesempatan itu, Ketua UMKM binaan Program SEKARA JIRAK turut memperkenalkan berbagai produk olahan hasil perikanan, seperti basreng, kerupuk ikan, dan kerupuk tulang ikan.
Manager Communication & CID Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan, mendorong kelompok binaan untuk terus berinovasi agar usaha yang dikelola semakin berkembang dan mandiri.
Baca juga : Pertamina Cetak UMKM Penggerak, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Pada kesempatan tersebut, perusahaan juga menyerahkan bantuan mesin bordir kepada Kelompok Madani untuk meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan.
Menurut Dony, perusahaan menjalankan program community involvement and development (CID) yang disesuaikan dengan potensi wilayah sehingga dapat menjadi solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Seperti pada program-program PEP Tanjung Field ini, kami ingin memaksimalkan pemanfaatan potensi desa sebagai salah satu solusi dalam mendukung pengembangan ekonomi dan kehidupan masyarakat di wilayah ini,” jelasnya.
Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah Program SEKARA JIRAK, program pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal yang meraih predikat Platinum atau penghargaan tertinggi kategori Best Empowerment Woman dalam ajang The 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026.
Program tersebut dikembangkan di Desa Jirak yang memiliki potensi perikanan air tawar melimpah, terutama ikan haruan atau gabus.
Melalui program itu, masyarakat didorong mengembangkan usaha pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah, seperti abon ikan lele, abon ikan gabus, abon ikan nila, serta albumin dari sari ikan gabus.
Baca juga : BHS: Penguatan UMKM Kunci Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
“Saat ini program tidak hanya fokus pada teknik budidaya, tetapi juga menekankan pentingnya pengolahan produk dan strategi pemasaran, sehingga Desa Jirak dapat berkembang sebagai sentra perikanan berbasis kearifan lokal,” paparnya.
Ketua Kelompok SEKARA JIRAK, Sri Hartini, mengapresiasi dukungan PHI yang dinilai membantu meningkatkan kapasitas kelompok dan membuka peluang baru bagi anggotanya.
“Kami tidak hanya mendapatkan manfaat peningkatan ekonomi, namun juga memberikan kesempatan dan pengalaman baru yang bermanfaat bagi kami yang belum pernah terbayangkan sebelumnya,” pungkasnya.
Selain pengembangan usaha perikanan, PEP Tanjung Field juga menjalankan Program BASMA Madani Collection di Desa Masukau.
Program ini memanfaatkan limbah coverall dan seragam bekas karyawan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi melalui kegiatan daur ulang.
Melalui pelatihan Cetak Jahit Sasirangan (CETAR), masyarakat memperoleh keterampilan mengolah kain perca dan coverall bekas menjadi tas, sarung bantal, serta dekorasi rumah.
Baca juga : UPH Resmi Gandeng Campus League, Perkuat Ekosistem Olahraga Kampus
Sekretaris Desa Masukau, Salatifa, mengatakan program tersebut telah membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
“Kami berterima kasih kepada PEP Tanjung Field atas dukungannya selama ini yang membuka peluang usaha dan sumber pendapatan bagi ibu-ibu rumah tangga melalui inovasi daur ulang bahan baku coverall dan kain perca menjadi produk yang bermanfaat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pada masa pandemi Covid-19, kelompok BASMA Madani juga memperoleh pendapatan dari produksi alat pelindung berupa masker dalam jumlah besar.
Menutup kegiatan, Dony menyampaikan bahwa program CSR yang dijalankan perusahaan diharapkan terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa binaan.
“Keberhasilan program CSR perusahaan sejalan dengan komitmen kami untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemandirian masyarakat, serta kelestarian lingkungan guna mendukung pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.
PEP Tanjung Field merupakan bagian dari Zona 9 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan yang berada di bawah PT Pertamina Hulu Indonesia. Perusahaan menjalankan operasi dan bisnis hulu migas bersama SKK Migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk mendukung keberlanjutan produksi migas nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya