Sebelumnya
Pemulihan tersebut terbilang cepat. Sebelumnya, banyak pihak memperkirakan dibutuhkan waktu satu hingga tiga tahun untuk mengembalikan kegiatan produksi seperti semula.
Namun, seluruh sumur PEP Rantau Field berhasil kembali beroperasi dalam waktu kurang dari enam bulan.
Bantuan juga datang dari berbagai wilayah operasi Pertamina. Jambi, Pangkalan Susu, Lirik, Ramba, dan sejumlah lapangan lainnya ikut memberikan dukungan.
“Pertamina itu satu keluarga. Jika satu tertimpa musibah, yang lain datang membantu,” ujar Tomi.
Baca juga : Pemprov Harusnya Gercep Sosialisasi Peringatan Dini
Setelah produksi kembali berjalan, minyak kemudian dialirkan melalui pipa menuju Pangkalan Susu. Pengiriman dilakukan setelah mencapai volume minimum pengapalan sebesar 35.000 barel.
Sementara itu, gas yang diproduksi dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, terutama sebagai bahan bakar pembangkit listrik dan mesin-mesin di sumur.
Pemulihan tidak berhenti setelah produksi kembali berjalan. PEP Rantau Field juga mulai memperkuat infrastruktur agar lebih siap menghadapi kondisi serupa di masa mendatang. Tahap keberlanjutan pemulihan ditargetkan berjalan hingga 2029.
Di tengah proses tersebut, kegiatan produksi tetap berjalan dengan berbagai upaya peningkatan kinerja. Pada 2026, sejumlah sumur baru dan program well integrity Sumatera Utara juga menjadi bagian dari agenda lapangan.
Baca juga : Bayern Munchen Vs Bodo/Glimt, Modal Rekor 23 Tahun
PEP Rantau Field turut mengembangkan inovasi melalui We Are Finest, Ultimate Sand Trap (USAT), serta inovasi Continuous Improvement Program (CIP) PEP Rantau untuk mengatasi tingginya produksi pasir atau sanding.
Maklum, sebagai lapangan yang sudah mature, persoalan sanding menjadi salah satu tantangan karena dapat menimbulkan kehilangan peluang produksi.
Inovasi tersebut diharapkan dapat memperpanjang umur produktif sumur, sekaligus mengurangi frekuensi pekerjaan ring.
Upaya pemulihan pascabanjir tersebut mendapat apresiasi dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Pada April 2026, PEP Rantau Field mendapat penghargaan atas percepatan pemulihan produksi pascabanjir.
Baca juga : Sempat Buram Pasca Benturan Di Monza, Penglihatan Leclerc Pulih
Pasalnya, target pemulihan satu tahun yang ditetapkan SKK Migas mampu dituntaskan dalam waktu tiga bulan.
Bagi Tomi, kembalinya produksi bukan sekadar soal angka barel per hari. Pemulihan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan lapangan kembali beroperasi dan tetap memberikan kontribusi bagi ketahanan energi nasional.
“Kami optimis target itu tercapai. Harapan kami sederhana. Kembali normal, kembali bangkit, dan kembali memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi Indonesia,” ujar Tomi. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.