RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka naik tipis 0,006 persen ke level Rp 17.510 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level Rp 17.511 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Won Korea Selatan naik 0,23 persen, yen Jepang menguat 0,09 persen, baht Thailand naik 0,09 persen, dolar Singapura menguat 0,06 persen, dolar Hong Kong menguat 0,008 persen, dolar Taiwan melemah 0,09 persen, ringgit Malaysia turun 0,02 persen, dan yuan China turun 0,01 persen.
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,06 persen ke level 98,75. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,04 persen ke level Rp 23.698, terhadap dolar Australia melemah 0,15 persen ke level Rp 12.613, dan terhadap euro stagnan di level Rp 19.755.
Baca juga : Rupiah Kembali Menguat, Tembus Rp 17.570
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan nilai tukar rupiah akan bergerak menguat. Hal ini ditopang oleh data penjualan ritel otomotif dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).
Pada Agustus 2026, IKK tercatat sebesar 118,5, lebih tinggi dibandingkan dengan Juli yang sebesar 116,8.
Penjualan ritel mobil juga melonjak pada Agustus 2026 sebesar 7,7 persen atau mencapai 83.442 unit. Kondisi ini memberikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen pada kuartal III akan tercapai.
Baca juga : Dolar AS Tertekan, Rupiah Menguat Ke Rp 17.638
“Selain itu, meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur juga mendorong rupiah. Di Timur Tengah, ada konflik antara AS dan Iran serta serangan kelompok Houthi Yaman ke wilayah Arab Saudi,” katanya dalam riset harian, Kamis (10/9/2026).
Kemudian, harga minyak Brent sempat menembus di atas 100 dolar AS per barel. Meski begitu, Ibrahim menyebut kenaikan harga minyak dunia masih diimbangi oleh data positif ekonomi dalam negeri.
Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini bergerak di kisaran Rp 17.450-Rp 17.600 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.