Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (8/9/2026) pagi dibuka menguat 0,01 persen ke level Rp 17.638 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.640 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia menguat 0,02 persen, dolar Singapura naik 0,12 persen, yen Jepang menguat 0,72 persen, won Korea Selatan naik 0,63 persen, sedangkan yuan China melemah 0,01 persen.
Baca juga : Rupiah Dibuka Melemah Ke Level Rp 17.646
Indeks dolar AS terhadap mata uang utama lainnya melemah 0,38 persen ke level 98,77. Sementara itu, rupiah terhadap poundsterling Inggris melemah 0,05 persen ke level Rp 23.845, terhadap dolar Australia melemah 0,15 persen ke level Rp 12.696, dan terhadap euro stagnan di level Rp 19.907.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpotensi bergerak konsolidatif pada perdagangan hari ini karena tidak ada rilis data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri.
Baca juga : Rupiah Menguat Pagi Ini, Dibuka Di Level Rp 17.631
“Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS di tengah absennya data ekonomi penting, baik dari internal maupun eksternal hari ini,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).
Menurut dia, rupiah berpotensi mendapat dukungan dari indeks dolar AS yang terpantau terkoreksi. Namun, kenaikan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi di Timur Tengah masih menjadi faktor yang membebani rupiah.
Baca juga : Danamon Raih Dua Penghargaan di Indonesia FX Awards 2026
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak dalam kisaran Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya