RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada Jumat (11/9/2026) pagi melemah 0,28 persen atau 50 poin menjadi Rp 17.580 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan Kamis (10/9/2026) di level Rp 17.530 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,02 persen, baht Thailand melemah 0,13 persen, yuan China menguat 0,03 persen, won Korea Selatan menguat 0,22 persen, dolar Singapura menguat 0,01 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Baca juga : Rupiah Naik Tipis Pagi Ini Ke Level Rp 17.510
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama menguat 0,07 persen ke level 99,12.
Di sisi lain, rupiah menguat terhadap sejumlah mata uang utama. Rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,40 persen menjadi Rp 23.768, terhadap dolar Australia menguat 0,46 persen menjadi Rp 12.596, sedangkan terhadap euro stagnan di level Rp 19.837.
Baca juga : Rupiah Kembali Menguat, Tembus Rp 17.570
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan rupiah melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat di tengah kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat dan harga minyak dunia.
"Hal ini seiring kekhawatiran bahwa gangguan pasokan imbas perang di Timur Tengah dapat berlangsung lebih lama," jelasnya, Jumat (11/9/2026).
Baca juga : Dolar AS Tertekan, Rupiah Menguat Ke Rp 17.638
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.500 hingga Rp 17.650 per dolar AS pada perdagangan Jumat.
Pelemahan rupiah diperkirakan masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan sentimen kenaikan harga minyak dunia di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.