BREAKING NEWS
 

Kucurkan Kredit Berkelanjutan Rp 842,1 Triliun

BRI Gaspol Ekonomi Hijau Dan Ramah Lingkungan

Reporter : IRMA YULIA
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Sabtu, 12 September 2026 06:40 WIB
Ilustrasi gedung BRI. (Foto: Dok. BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat pembiayaan berkelanjutan dengan memperbesar portofolio kredit yang terkait aspek sosial dan lingkungan. Hingga akhir triwulan II-2026, nilainya mencapai Rp 842,1 triliun atau 58 persen dari total portofolio kredit perseroan.

Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf menjelaskan, portofolio tersebut meningkat dibandingkan posisi semester I-2025 sebesar Rp 802,4 triliun.

“Kami mengintegrasikan sustainable finance ke dalam strategi bisnis untuk menciptakan nilai ekonomi, sekaligus memberikan manfaat sosial dan lingkungan yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Mahdi di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Menurut Mahdi, pembiayaan terkait aspek sosial menjadi komponen terbesar, dengan nilai Rp 739,9 triliun. Porsi tersebut terutama berasal dari kredit mikro sebesar 60,4 persen, diikuti kredit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebesar 37,1 persen, serta pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar 2,5 persen.

Besarnya porsi pembiayaan mikro dan UKM memungkinkan perseroan mendukung keberlangsungan aktivitas usaha masyarakat. Sementara pembiayaan perumahan bersubsidi turut memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan hunian.

Adapun pembiayaan terkait aspek lingkungan mencapai Rp 102,2 triliun, atau sekitar 7,1 persen dari total portofolio kredit BRI. Pembiayaan ini diarahkan pada aktivitas yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan serta transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Baca juga : Abu Vulkanik Susut, Jakarta Mulai Plong

Portofolio terbesar berasal dari sustainable land management dengan porsi 69,2 persen. Selanjutnya, green transportation sebesar 3,1 persen, energi baru terbarukan 6,5 persen, produk ramah lingkungan 4,5 persen, efisiensi energi 2,6 persen, serta aktivitas lingkungan lainnya.

Penguatan pembiayaan sosial dan lingkungan tersebut berjalan seiring dengan pengembangan sustainable wholesale funding BRI.

Hingga semester I-2026, nilainya mencapai Rp 37,6 triliun, meningkat dibandingkan 2025 sebesar Rp 34,8 triliun dan 2024 sebesar Rp 27 triliun.

Dari instrumen pendanaan tersebut, porsi terbesar berasal dari social loan sebesar 38 persen, disusul social bond sebesar 26,6 persen, sustainability-linked loan sebesar 23,8 persen, green bond sebesar 3,7 persen, dan instrumen lainnya sebesar 7,9 persen.

Adsense

Mahdi melanjutkan, pengembangan instrumen tersebut membangun keterkaitan antara sisi pendanaan dan pembiayaan. Proceeds dari green bond dan social bond digunakan untuk mendukung pembiayaan yang memenuhi kriteria sosial dan lingkungan.

Penggunaan proceeds diperkuat dengan pengukuran dan pelaporan dampak melalui impact report. Dengan demikian, investor tidak hanya memperoleh informasi mengenai penggunaan dana, tetapi juga manfaat yang dihasilkan dari pembiayaan yang didukung instrumen tersebut.

Baca juga : Sunderland Vs Arsenal, The Gunners Siap Buru Kemenangan Keempat

Dari sisi sosial, komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui penerbitan Social Bond BRI.

Berdasarkan Impact Report Social Bond BRI 2025, pemanfaatan dana dari penerbitan tersebut berkontribusi terhadap penciptaan sekitar 59.000 lapangan kerja Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta mendukung sekitar 23.000 peningkatan aset usaha nasabah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Umum Pedesaan (Kupedes).

Sedangkan dari sisi lingkungan, pembiayaan yang didukung green bond BRI turut berkontribusi terhadap pengurangan emisi dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan.

Berdasarkan impact report, penyaluran proceeds atas penerbitan green bond BRI berkontribusi terhadap penghindaran emisi sebesar 2.711 kTCO2e (kilotonne of carbon dioxide equivalent) per tahun.

“Ini sekaligus mendukung praktik sustainable land management, melalui pembiayaan kepada pelaku usaha yang telah memiliki sertifikasi ISPO/RSPO (Indonesian Sustainable Palm Oil dan Roundtable on Sustainable Palm Oil),” tuturnya.

Mahdi menekankan, pengukuran dampak menjadi bagian penting dalam implementasi sustainable finance BRI karena menunjukkan bagaimana pembiayaan perseroan dapat diterjemahkan menjadi manfaat yang lebih konkret bagi masyarakat dan lingkungan.

Baca juga : US Open 2026, Sabalenka Dihadang Rybakina

Dengan menghubungkan sumber pendanaan, penyaluran pembiayaan, hingga pengukuran dampaknya, BRI terus membangun ekosistem keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Sekaligus memberikan kontribusi terhadap agenda sosial dan lingkungan,” ucapnya.

Ke depan, perseroan akan terus mengembangkan sustainable finance sebagai bagian dari strategi pertumbuhan. Langkah tersebut dijalankan secara terukur dengan mempertimbangkan aspek risiko.

“Sekaligus memastikan setiap pertumbuhan yang dicapai turut menciptakan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan,” tutup Mahdi. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense