Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 7 Poin Penjelasan BMKG Soal Gempa Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- Sunderland Vs Arsenal, The Gunners Siap Buru Kemenangan Keempat
- US Open 2026, Sabalenka Dihadang Rybakina
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
Dewan Ingatkan Mitigasi Harus Tetap Diperkuat
Abu Vulkanik Susut, Jakarta Mulai Plong
Sabtu, 12 September 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diingatkan agar tetap mewaspadai erupsi Gunung Anak Krakatau yang belum sepenuhnya usai. Imbauan dan mitigasi kesehatan harus terus diperkuat.
Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Wahyu Dewanto.
Menurut Wahyu, penggunaan masker dan kacamata perlu disosialisasikan secara masif di ruang publik. Termasuk koridor Transjakarta dan moda transportasi lainnya, terutama jika ada indikasi abu vulkanik mengarah kembali ke Jakarta.
Baca juga : Sunderland Vs Arsenal, The Gunners Siap Buru Kemenangan Keempat
Imbauan tersebut penting, agar warga memiliki perlindungan saat harus beraktivitas di luar rumah maupun menggunakan transportasi umum. “Tentu ini untuk menjaga keselamatan dan kesehatan warga Jakarta,” ujar Wahyu.
Dia pun meminta perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta potensi dampaknya terhadap Jakarta terus dipantau. Edukasi dan mitigasi kepada masyarakat juga perlu diperkuat, mengikuti kondisi di lapangan.
Wahyu juga mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan masker di pasaran. “Koordinasi dengan instansi dan lembaga terkait diperlukan, untuk mencegah terjadinya kelangkaan masker,” sarannya.
Baca juga : US Open 2026, Sabalenka Dihadang Rybakina
Dia mewanti-wanti, jangan sampai meningkatnya kebutuhan masker, justru dimanfaatkan untuk menaikkan harga secara tidak wajar. “Jika kelangkaan disertai lonjakan harga berlebihan, kondisi tersebut harus segera ditindaklanjuti,” tandas Wahyu.
Antisipasi Dampak
Pemprov DKI Jakarta bergerak lebih cepat mengantisipasi dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Puluhan kendaraan pemadam kebakaran, truk tangki air hingga unit water mist mobile dikerahkan untuk membasahi endapan abu vulkanik dan menekan penyebarannya.
Baca juga : Prabowo Pidato di HUT Demokrat: Demokrasi Banyak Warna, Tapi Rukun
Operasi tersebut melibatkan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut).
Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan, penyiraman dilakukan untuk membasahi endapan abu, agar tidak mudah kembali beterbangan akibat tiupan angin maupun pergerakan kendaraan.
“Kondisi udara juga dipantau, agar langkah perlindungan warga dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Dudi, Senin (7/9/2026).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya