RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, akses listrik bagi masyarakat yang membutuhkan, tidak boleh terhambat oleh proses penetapan berdasarkan desil.
Pemerintah, kata Bahlil, tetap perlu menggunakan data desil dalam menentukan penerima manfaat. Namun, mekanisme tersebut tidak boleh membuat masyarakat yang membutuhkan akses listrik menunggu terlalu lama.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya.
Dalam praktiknya melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), seluruh keluarga di Indonesia diperingkatkan berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi, lalu dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10 persen populasi keluarga.
“Desil itu penting. Tapi, jangan kita tunggu desil dulu, baru lampu orang nyala. Janganlah. Kita lakukan terobosan. Ini untuk rakyat kok,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Bahlil menuturkan, pemerataan akses listrik merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan manfaat pembangunan energi dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga : Pemprov DKI Didorong Buka Posko Pengaduan
Perhatian pemerintah tidak hanya ditujukan kepada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), tetapi juga desa dan dusun yang hingga kini masih membutuhkan penanganan akses kelistrikan.
“Maka kita akan melakukan secara adil dari Aceh sampai Papua. Proporsionalnya adalah daerah-daerah yang memang membutuhkan kecepatan,” tegasnya.
Saat ini, masih terdapat sekitar 10.068 titik desa dan dusun yang membutuhkan penanganan terkait akses kelistrikan.
Pada program tahun 2025 yang diresmikan pada 2026, pemerintah telah menangani sekitar 1.416 titik. Sementara program tahun 2026 mencakup sekitar 1.300 titik.
82 Persen Anggaran ESDM 2027 untuk Infrastruktur
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Bahlil juga menyampaikan pemerintah mengalokasikan sebagian besar anggaran Kementerian ESDM tahun 2027 untuk pembangunan infrastruktur energi, mulai dari jaringan gas rumah tangga, listrik desa, hingga bantuan pasang baru listrik.
Dari total pagu anggaran Kementerian ESDM tahun 2027 sebesar Rp27,37 triliun, sekitar Rp22,51 triliun atau 82 persen diarahkan untuk program strategis dan pembangunan infrastruktur.
Baca juga : Bahlil Tegaskan BBM Subsidi Tak Naik, Berapa pun Harga Minyak Dunia
Sekitar Rp3,59 triliun dialokasikan untuk belanja operasional dan Rp1,27 triliun untuk program publik nonfisik.
“Ditetapkan pagu Kementerian ESDM tahun 2027 tidak mengalami perubahan seperti apa yang pimpinan sampaikan sebesar Rp27,37 triliun,” ujar Bahlil.
Pemerintah menyiapkan Rp5,21 triliun untuk pembangunan jaringan gas rumah tangga sebanyak 959.232 sambungan rumah, Rp949 miliar untuk Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi 400.000 rumah tangga, serta Rp9,32 triliun untuk pembangunan infrastruktur listrik desa di 1.250 lokasi.
Pembangunan Infrastruktur Gas dan Energi
Selain pembangunan listrik dan jaringan gas rumah tangga, anggaran infrastruktur energi tahun 2027 juga mencakup pembangunan Pipa Gas Bumi Dumai-Sei Mangkei sebesar Rp3,95 triliun, Pipa Transmisi Gas Semarang-Solo-Yogyakarta Rp702,38 miliar, serta Pipa Transmisi Gas Cirebon-Bandung Rp577,56 miliar.
Program lainnya meliputi penyediaan 14.000 paket konverter kit bagi petani, tiga unit PLTMH, program kompor listrik, konversi 63.000 unit sepeda motor listrik, serta pembangunan Kapal Geomarin V.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan infrastruktur energi masih menghadapi tantangan berupa kebutuhan penanganan ribuan titik yang belum terlayani listrik serta percepatan pembangunan di wilayah yang membutuhkan prioritas.
Baca juga : Akademisi Dukung Menteri Bahlil Tahan Harga Pertalite
Pemerintah menempatkan pemerataan akses sebagai salah satu arah utama dalam pengelolaan anggaran energi tahun 2027.
Rapat Kerja Komisi XII DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian ESDM tahun 2027 sebesar Rp27,37 triliun. Dengan dukungan anggaran tersebut, pemerintah mengarahkan pembangunan infrastruktur energi untuk memperluas pelayanan masyarakat dan memperkuat pemerataan akses energi dari Aceh hingga Papua.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.