RM.id Rakyat Merdeka - PTPN IV PalmCo tengah memproses perolehan Surat Persetujuan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE GRK) untuk dua fasilitas energi terbarukan berbasis biogas di Sumatera dan Riau.
Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan proyek karbon sekaligus upaya menambah pasokan unit karbon domestik.
Dua fasilitas yang sedang diproses perizinannya tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Pasir Mandoge di Sumatera Utara dan Fasilitas Biogas Sei Tapung di Riau.
Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo sebelumnya telah mengantongi SPE GRK untuk dua fasilitas, yakni Fasilitas Biogas Co-Firing di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Lubuk Dalam, Riau, dan PLTBg Sei Mangkei, Sumatera Utara.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, optimalisasi limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi energi baru terbarukan (EBT) merupakan salah satu strategi perusahaan menghadapi fluktuasi harga energi global.
Baca juga : Kemitraan Sawit Rakyat Jadi Penopang B50, PalmCo Raih Apresiasi
Pemanfaatan biogas tersebut juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan operasional pabrik terhadap bahan bakar fosil.
"Di tengah ketidakstabilan harga energi dunia saat ini, pengolahan limbah sawit menjadi biogas memberikan alternatif sumber energi bagi perusahaan. Mengacu pada operasional di fasilitas Lubuk Dalam dan Sei Mangkei, limbah kelapa sawit terbukti dapat dikonversi menjadi energi yang menunjang operasional pabrik sekaligus memiliki nilai ekonomi di bursa karbon," kata Jatmiko di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Infrastruktur EBT dan Serapan Karbon PTPN IV telah memiliki dan mengoperasikan sejumlah fasilitas energi hijau.
Secara keseluruhan, PTPN IV tercatat mengelola empat unit fasilitas Co-Firing dan tujuh unit PLTBg.
Selain itu, perusahaan juga tengah memproses pembangunan satu unit fasilitas BioCNG (Compressed Natural Gas). Integrasi fasilitas EBT tersebut turut berkontribusi terhadap pencatatan kredit karbon perusahaan.
Baca juga : Cegah Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini di Sumatera-Kalimantan
Mengacu pada data PTPN Carbon Hub sejak pencatatan perdana di Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon) pada 20 Mei 2025, publik dan entitas bisnis telah menyerap 5.202 ton kredit karbon milik perusahaan melalui 335 transaksi.
Volume serapan tersebut berasal dari optimalisasi gas metana pada proyek Lubuk Dalam dan Sei Mangkei.
Tambah Suplai Kredit Karbon
Pemanfaatan limbah sawit untuk mendukung transisi energi juga mulai berkembang di industri perkebunan sawit nasional.
Sejumlah perusahaan swasta di sektor agroindustri mulai mendaftarkan proyek biogas berbasis limbah sawit ke IDX Carbon untuk menawarkan kredit karbon.
Selain itu, inisiatif pengolahan limbah sawit menjadi biometanol melalui skema kerja sama antarperusahaan atau business-to-business (B2B) juga mulai dikembangkan untuk memperkuat pasokan energi bersih.
Baca juga : PTPN IV PalmCo Lindungi 550 Pekerja Rentan Kalbar Lewat BPJS Ketenagakerjaan
Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo mengatakan, pengurusan SPE GRK untuk PLTBg Pasir Mandoge dan Sei Tapung diharapkan dapat menambah ketersediaan unit karbon domestik.
"Secara teknis, proyek ini bekerja dengan menangkap gas metana dari limbah cair kelapa sawit agar tidak terlepas ke atmosfer, yang kemudian dimanfaatkan menjadi energi listrik. Ini adalah penerapan ekonomi sirkular dalam aktivitas perkebunan," jelas Ugun.
Ugun menambahkan, proses perizinan untuk kedua fasilitas tersebut saat ini masih berjalan.
Apabila SPE GRK untuk Pasir Mandoge dan Sei Tapung diterbitkan oleh otoritas terkait, kapasitas pengurangan emisi GRK yang dicatatkan perusahaan akan bertambah.
"Ke depannya, penerbitan SPE GRK baru ini diharapkan akan memperbesar suplai kredit karbon di IDX Carbon, sehingga dapat memberikan lebih banyak opsi bagi perusahaan maupun individu yang membutuhkan unit karbon untuk mengimbangi emisi (offset) mereka," pungkas Ugun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.