Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cegah Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini di Sumatera-Kalimantan
Kamis, 10 September 2026 19:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memperkuat deteksi dini dan kesiapsiagaan di wilayah operasionalnya di Sumatera dan Kalimantan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Dashboard Monitoring Karhutla, patroli lapangan, kesiapan personel dan sarana pemadaman, serta penyediaan sumber air di kawasan rawan kebakaran.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan menjalankan kebijakan Zero Burning dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dashboard Monitoring Karhutla digunakan untuk memantau titik panas atau hotspot berdasarkan kedekatannya dengan lokasi kebun.
Informasi tersebut menjadi dasar bagi tim regional dan unit kebun untuk melakukan verifikasi lapangan serta menentukan prioritas penanganan.
Perusahaan juga secara berkala menggelar Apel Siaga Karhutla untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, jalur komunikasi, serta mekanisme respons ketika ditemukan indikasi kebakaran.
Baca juga : 8 Fakta Karhutla Hari Ini: Kalsel Nihil Hotspot, Kalbar Tertinggi
Di Kalimantan, pemantauan dan patroli ditingkatkan, terutama di area dengan tingkat kerawanan lebih tinggi selama periode kemarau.
Sementara di Sumatera, mitigasi diperkuat dengan penyediaan sumber air dan fasilitas pendukung untuk penanganan awal kebakaran, termasuk di kawasan gambut.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, pengendalian Karhutla merupakan bagian dari manajemen risiko perusahaan yang dipersiapkan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika memasuki puncak kemarau.
“Mitigasi Karhutla harus dilakukan jauh sebelum api muncul. Karena itu, sistem monitoring, kesiapan personel, patroli, serta sarana pendukung kami persiapkan sejak awal agar ketika terdapat indikasi hotspot, tim dapat segera melakukan verifikasi dan mengambil langkah yang diperlukan,” ujar Jatmiko di Jakarta.
Menurut Jatmiko, kebijakan Zero Burning merupakan bagian dari komitmen PTPN IV dalam menjalankan praktik perkebunan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Bagi PalmCo, pencegahan kebakaran bukan hanya terkait perlindungan terhadap aset perusahaan. Yang jauh lebih penting adalah perlindungan terhadap masyarakat, lingkungan, dan ekosistem di sekitar perkebunan. Karena itu, pendekatan kami selalu menempatkan pencegahan sebagai prioritas utama,” katanya.
Baca juga : Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalimantan Tengah
Selain mengandalkan sistem pemantauan, PTPN IV memperkuat kapasitas personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Di Kalimantan Barat, melalui Regional V, perusahaan telah melaksanakan Bimbingan Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Bimtek Dalkarhutla).
Pelatihan tersebut mencakup prosedur keselamatan, teknik penanganan kebakaran, koordinasi lapangan, serta penggunaan peralatan pemadaman.
Kesiapan peralatan juga diperiksa secara rutin, meliputi pompa, selang, alat pelindung diri, kendaraan operasional, alat komunikasi, dan sumber air yang dapat digunakan dalam kondisi darurat.
PTPN IV juga memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat pemerintah, dan masyarakat di wilayah operasional.
Sebagai bagian dari dukungan tersebut, perusahaan menyalurkan bantuan logistik dan perlengkapan keselamatan bagi petugas lapangan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.
Baca juga : Cegah Karhutla, Surya Hutani Jaya Gandeng TNI-Polri Edukasi Warga
Di Jambi, upaya kesiapsiagaan turut melibatkan masyarakat melalui program pemberdayaan desa sekitar perkebunan.
Langkah tersebut antara lain dilakukan dengan memperkuat kesiapsiagaan warga dan menyediakan infrastruktur sumber air untuk mendukung pencegahan kebakaran di kawasan gambut.
Jatmiko menegaskan, pengendalian Karhutla membutuhkan sinergi karena kebakaran tidak mengenal batas administrasi maupun konsesi.
“Karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas konsesi. Karena itu, pencegahannya tidak mungkin dilakukan sendiri. Kuncinya adalah deteksi dini, respons cepat, dan kolaborasi seluruh pihak,” ujar Jatmiko.
PTPN IV akan terus memperkuat sistem pemantauan, kesiapan personel dan sarana, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga operasional perkebunan yang aman dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya