RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI menghadirkan solusi pembiayaan kendaraan yang terjangkau, mudah diakses, dan sesuai prinsip syariah melalui produk BSI OTO, termasuk untuk Kendaraan Berwawasan Lingkungan (KBL).
Hingga Juli 2026, outstanding pembiayaan BSI OTO mencapai sekitar Rp 6,75 triliun atau tumbuh 11,34 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, tren penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) terus meningkat.
Khususnya di kalangan generasi muda, yang semakin peduli terhadap efisiensi, teknologi, lifestyle dan keberlanjutan lingkungan.
Baca juga : Bamsoet Apresiasi Terpilihnya Kembali Moeldoko sebagai Ketua Umum PERIKLINDO
Pembiayaan kendaraan listrik menjadi salah satu bentuk komitmen BSI dalam mendukung penguatan industri otomotif nasional. "Sekaligus mendorong percepatan transisi menuju ekosistem transportasi yang lebih ramah lingkungan,” katanya di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap EV, BSI terus memperluas akses pembiayaan syariah agar semakin banyak nasabah, termasuk generasi muda, dapat memiliki kendaraan impian dengan skema yang transparan dan memberikan kepastian.
Terutama dalam pengelolaan keuangan dengan angsuran yang tetap tiap bulan. BSI meraih pertumbuhan positif tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan berbasis syariah, meskipun di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
“Kualitas pembiayaan juga tetap terjaga dengan baik, mencerminkan kepercayaan nasabah terhadap solusi keuangan yang ditawarkan BSI,” kata Kemas.
Baca juga : Terima Moeldoko, Bamsoet Dorong RI Jadi Basis Industri Kendaraan Listrik Dunia
Menurut Kemas, pembiayaan kendaraan listrik di BSI meningkat 66 persen. Capaian tersebut memperlihatkan semakin besarnya ketertarikan masyarakat terhadap kendaraan listrik sebagai alternatif mobilitas masa depan yang efisien dan berkelanjutan.
BSI melihat, peningkatan minat terhadap EV tidak hanya didorong oleh faktor teknologi dan efisiensi biaya operasional. "Tetapi juga oleh perubahan gaya hidup generasi muda yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan," ujarnya.
Untuk itu, BSI berkomitmen untuk terus menghadirkan pembiayaan yang kompetitif, mudah diakses, dan sejalan dengan nilai-nilai syariah guna mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional.
"Pertumbuhan pembiayaan BSI OTO juga menunjukkan bahwa, kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi tetap kuat,” tegasnya.
Baca juga : RI Adopsi Inovasi Manufaktur Toyota
Namun kini, keputusan pembelian semakin disertai pertimbangan yang matang. Termasuk dalam memilih skema pembiayaan yang aman, transparan, dan sesuai prinsip syariah.
Melalui BSI OTO, Kemas berharap, perusahaan dapat menjadi mitra masyarakat dalam mewujudkan mobilitas yang lebih modern, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
“Sekaligus BSI mendukung pengembangan industri otomotif nasional menuju ekonomi hijau,” pungkas Kemas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.