RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Senin (5/10/2026) melemah 0,03 persen atau 5 poin menjadi Rp 17.887 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (2/10/2026) sebesar Rp 17.882 per dolar AS.
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,16 persen, yuan China naik 0,02 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Sebaliknya, won Korea Selatan melemah 0,23 persen dan dolar Singapura turun 0,13 persen terhadap dolar AS.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Menguat Ke Rp 17.947
Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama menguat 0,23 persen ke level 101,95.
Adapun rupiah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya tercatat bervariasi. Rupiah menguat 0,01 persen terhadap poundsterling Inggris menjadi Rp 23.650, melemah 0,06 persen terhadap dolar Australia menjadi Rp 12.416, dan stagnan terhadap euro di level Rp 19.549.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan rupiah berpeluang menguat terbatas terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
Baca juga : Awal Oktober, Rupiah Melemah Ke Rp 17.906
“Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS di tengah menurunnya harga minyak mentah dunia oleh rencana pelepasan cadangan oleh negara G7,” jelas Lukman, Senin.
Namun, menurut Lukman, ruang penguatan rupiah diperkirakan terbatas karena imbal hasil obligasi Amerika Serikat masih berada pada level tinggi.
Ia memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.800 hingga Rp 17.850 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.