BREAKING NEWS
 

BI Dorong Bank Sentral ASEAN Perkuat Kolaborasi Hadapi AI

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 6 Oktober 2026 14:37 WIB
Foto: BI

RM.id  Rakyat Merdeka - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ricky P. Gozali mendorong penguatan kerja sama regional antarbank sentral untuk menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang semakin cepat.

Menurut Ricky, perkembangan AI menuntut bank sentral di kawasan memperkuat pendekatan bersama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan sistem keuangan.

“AI menghadirkan tantangan yang tidak dapat dihadapi satu negara sendiri. Melalui kolaborasi di kawasan, seperti SEACEN, kita dapat mengembangkan pendekatan bersama yang mendorong inovasi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujar Ricky dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi South East Asian Central Banks (SEACEN) di Bali, Senin (5/10/2026).

Ricky mengatakan, terdapat tiga prioritas bank sentral dalam merespons perkembangan AI. Pertama, membangun tata kelola AI yang terpercaya, transparan, dan akuntabel.

Kedua, memanfaatkan AI untuk membangun ekosistem pembayaran yang lebih efisien, aman, inklusif, dan berdaya tahan. Ketiga, memperkuat kolaborasi regional melalui SEACEN, antara lain melalui dialog kebijakan, pengembangan kapasitas, dan riset bersama.

Baca juga : DPR Minta BI Bantu UMKM Cepat Tumbuh Berkembang

Ia menekankan, pentingnya pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarbank sentral untuk menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat. “Seiring dengan semakin cepatnya transformasi teknologi, pengetahuan dan pengalaman bersama akan semakin berharga dalam membentuk masa depan bank sentral,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif The SEACEN Centre Cynyoung Park menyoroti, pentingnya interoperabilitas sistem pembayaran lintas negara untuk mendukung integrasi ekonomi kawasan.

Menurut dia, keterhubungan antarsistem pembayaran perlu didukung standar dan pengaturan yang kompatibel, serta kerangka pengelolaan likuiditas dan risiko penyelesaian transaksi yang jelas.

Adsense

Penguatan fondasi tersebut dinilai dapat memperluas konektivitas pembayaran untuk mendukung aktivitas perdagangan dan investasi di kawasan.

Di sisi lain, Kepala Ekonom United Nations Development Programme (UNDP) untuk Asia dan Pasifik Philip Schellekens mengatakan kepercayaan menjadi fondasi penting bagi bank sentral di tengah perkembangan AI.

Baca juga : BI Upaya Perkuat Rupiah, Pembelian Dolar Dibatasi

Ia menilai, bank sentral perlu memahami dampak AI terhadap perekonomian dan teknologi, sekaligus mengantisipasi risiko sistemik yang dapat muncul akibat ketergantungan terhadap penyedia platform AI tertentu.

Kepercayaan tersebut menjadi salah satu kunci bagi bank sentral untuk menjaga stabilitas dan memastikan pemanfaatan AI memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian.

Konferensi yang mengangkat tema “Central Banking in the Age of Artificial Intelligence: Payments, Regulation, and Financial Stability for a Connected Asia” itu mempertemukan berbagai perspektif mengenai perkembangan AI dan implikasinya terhadap kebijakan bank sentral.

Diskusi panel menghadirkan sejumlah narasumber dari European Central Bank, Bank of Korea, Hong Kong Monetary Authority, Banque de France, Asian Development Bank Institute, University of Tokyo, Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA), dan Bank Rakyat Indonesia.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan 25th SEACEN Executive Committee (EXCO) Meeting pada 6 Oktober 2026 yang dipimpin Ricky P. Gozali.

Baca juga : BI Dorong Transformasi Digital, Ekonomi Digital RI Bisa Tembus Rp 6.066,9 T

Pertemuan tersebut membahas penguatan tata kelola dan kelembagaan SEACEN sebagai pusat pembelajaran dan kolaborasi bank sentral di kawasan.

“Penguatan tata kelola, efektivitas organisasi, dan akuntabilitas menjadi landasan penting agar kolaborasi melalui SEACEN terus memberikan nilai tambah bagi anggotanya,” ujar Ricky.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan bank sentral serta mitra internasional guna meningkatkan kesiapan kawasan dalam membangun ekosistem keuangan yang inovatif, aman, inklusif, dan berdaya tahan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense