BREAKING NEWS
 

Menuju Forum Ekonomi Hulu Migas 2026

Kepastian Regulasi Jadi Kunci Dongkrak Investasi Hulu

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Selasa, 6 Oktober 2026 20:40 WIB
Konferensi pers menuju Forum Ekonomi Hulu Migas 2026, Selasa (6/10/2026). [Foto: Rusma/RM.id]

RM.id  Rakyat Merdeka - Investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Potensi sumber daya yang belum tergarap, ditambah kebutuhan menjaga produksi nasional, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi industri hulu migas.

Di tengah kondisi tersebut, kepastian regulasi dan fleksibilitas skema kontrak menjadi faktor penting untuk menjaga daya tarik investasi. Kolaborasi antara Pemerintah, regulator, dan pelaku usaha juga diperlukan agar investasi tidak hanya meningkat, tetapi mampu mendorong penemuan cadangan baru dan menopang ketahanan energi nasional.

Direktur Keuangan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Bayu Kusuma Dewanto mengatakan, pelaku usaha sebenarnya memiliki minat besar untuk terus meningkatkan investasi di sektor hulu migas.

Menurutnya, besarnya investasi yang telah digelontorkan menunjukkan bahwa industri masih memiliki keyakinan terhadap prospek hulu migas Indonesia. Pada 2025, nilai investasi hulu migas tercatat sekitar US$15 miliar atau setara Rp276 triliun.

Baca juga : Pertamina Hulu Energi ONWJ Tanam 10 Ribu Mangrove di Kepulauan Seribu

“Pelaku usaha sebenarnya mau investasi besar-besaran. Kalau bicara angka investasi hulu US$15 miliar atau Rp276 triliun. PHE 2025 itu spend US$5 miliar. Apa yang dibutuhkan? Kerja sama yang bagus,” ujar Bayu dalam konferensi pers menuju Forum Ekonomi Hulu Migas 2026, Selasa (6/10/2026).

Bayu mengatakan, PHE bahkan menyiapkan peningkatan belanja investasi hingga sekitar 1,5 kali lipat dibandingkan realisasi 2025. Langkah serupa, menurut dia, berpotensi dilakukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya untuk mempertahankan maupun meningkatkan investasi.

Kebutuhan investasi tersebut semakin penting mengingat produksi minyak nasional menghadapi tantangan untuk tumbuh di tengah kebutuhan yang terus meningkat.

PHE, kata Bayu, saat ini mengembangkan sejumlah proyek besar untuk menjaga dan meningkatkan produksi. Dua di antaranya adalah proyek enhanced oil recovery (EOR) berbasis chemical dan pengembangan migas nonkonvensional (MNK) di Blok Rokan.

Baca juga : Perkuat Sinergi Pemerintah-Pelaku Usaha

“PHE ada beberapa yang besar, paling besar Rokan MNK dan EOR chemical. Karena produksi minyak konvensional tidak sejalan dengan kebutuhan. Kebutuhan minyak grafiknya menunjukkan curam, sementara produksi hampir stagnan,” katanya.

Selain meningkatkan produksi, investasi juga diarahkan untuk memperluas kegiatan eksplorasi guna menemukan cadangan baru. Bayu menyebut Indonesia memiliki sekitar 128 cekungan migas, tetapi sekitar separuhnya belum tersentuh kegiatan eksplorasi.

“Kita coba menyentuh itu, kita coba tapping ke situ dengan uang yang siap kita investasikan,” ujarnya.

Namun, keputusan menanamkan modal dalam kegiatan eksplorasi bukan perkara sederhana. Kegiatan tersebut membutuhkan investasi besar dengan tingkat risiko tinggi, sementara hasil pengeboran eksplorasi tidak serta-merta dapat menghasilkan produksi.

Baca juga : Pertamina Goes to Campus: PHE Ajak Mahasiswa Siapkan Diri Jaga Ketahanan Energi

Ada jeda waktu beberapa tahun sejak penemuan cadangan hingga minyak dan gas dapat diproduksikan secara komersial. Karena itu, kepastian hukum dan konsistensi kebijakan menjadi pertimbangan penting bagi investor.

Adsense

Bayu menegaskan, besarnya modal yang dikeluarkan membuat kepastian regulasi tidak dapat dipisahkan dari keputusan investasi.

“Kita spend US$15 miliar di 2025 ini sangat-sangat besar. Jadi tanpa ada kepastian hukum dan kepastian kebijakan akan sangat sulit bagi pelaku usaha apa pun itu untuk bisa menginvestasikan uangnya,” tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense