RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada Kamis (8/10/2026) pagi dibuka menguat 0,08 persen atau 2 poin ke level Rp 17.873 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.875 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas menguat terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,7 persen, ringgit Malaysia 0,3 persen, dolar Singapura 0,6 persen, yen Jepang 0,16 persen, won Korea Selatan 0,15 persen, dan dolar Hong Kong 0,1 persen.
Baca juga : Rupiah Perkasa Ke Level Rp 17.891
Indeks dolar AS terhadap mata uang utama lainnya melemah 0,01 persen ke level 101,99. Sementara itu, rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,01 persen ke level Rp 23.605, terhadap dolar Australia naik 0,11 persen ke level Rp 12.449, sedangkan terhadap euro stagnan di level Rp 19.419.
Analis pasar uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
Baca juga : Rupiah Dibuka Naik Tipis Ke Rp 17.916
“Hal itu lantaran seiring penguatan dolar AS setelah risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan sikap hawkish,” katanya, Kamis (8/10/2026).
Sentimen terhadap rupiah lainnya datang dari investor yang masih menantikan rilis data kepercayaan konsumen pada Kamis siang.
Baca juga : Awal Pekan, Rupiah Dibuka Melemah Ke Rp 17.887
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang Rp 17.850 hingga Rp 17.950 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.