BREAKING NEWS
 

PTPN I Jembatani Kampus dan Industri, Buka Magang untuk Talenta Muda

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 8 Oktober 2026 10:50 WIB
Foto: PTPN I.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kesenjangan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja menjadi perhatian PT Perkebunan Nusantara I (Persero).

BUMN perkebunan ini membuka ruang bagi mahasiswa tingkat akhir dan lulusan baru untuk menerapkan ilmu akademik melalui program magang serta pemanfaatan sumber daya perusahaan sebagai ruang pembelajaran.

Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun link and match antara perguruan tinggi dan industri, sekaligus menyiapkan talenta muda yang memiliki keterampilan dan pengalaman menghadapi persoalan nyata di dunia kerja.

Direktur PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan, sebagai entitas milik negara, perusahaan memiliki kewajiban moral untuk turut menjadi solusi atas persoalan bangsa, termasuk dalam penyiapan tenaga kerja terampil, penyerapan angkatan kerja, dan penyediaan lapangan pekerjaan.

"Sebenarnya banyak lapangan kerja, tetapi kadang sulit mencari tenaga kerja terampil yang siap dengan kondisi dunia kerja nyata. Itulah makanya kita butuh link and match antara kampus dan dunia kerja. Dia akan menjadi jembatan untuk mempertemukan kebutuhan industri. Oleh karena itu, kami membuka kesempatan kepada talenta muda untuk magang dan atau memanfaatkan resources yang kami miliki untuk mem-bridging dua kutub itu," kata Rivai di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Menurut Rivai, PTPN I memiliki berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan mahasiswa tingkat akhir maupun lulusan baru.

Di antaranya lahan yang luas, bidang riset yang beragam, teknologi agro, machinery, dan berbagai sumber daya lainnya. Konsep tersebut diwujudkan melalui program magang yang dapat menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa.

Program ini diarahkan untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata industri, sekaligus menyiapkan talenta yang mampu menjawab tantangan bisnis berkelanjutan.

Baca juga : PTPN I & IPB University Sulap Limbah Sawit Jadi Rompi Antipeluru

Gagasan tersebut juga disampaikan Rivai saat memberikan kuliah umum di Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung pekan lalu.

Ia mengatakan, transformasi industri menuju praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami persoalan di lapangan.

Karena itu, hubungan antara perguruan tinggi dan industri perlu dibangun melalui kerja sama yang menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan solusi yang dapat diterapkan.

“Bagaimana membuka ruang kerja sama, khususnya dalam mendorong terbangunnya kampus hijau, yang kemudian pada saatnya mahasiswa yang sudah selesai kuliah bisa mengembangkan aspek industri hijau. Karena itu berangkatnya dari kampus,” kata Abdul Rivai.

Menurut Rivai, sumber daya dan lingkungan operasional PTPN I dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar bagi mahasiswa.

Lahan perusahaan, misalnya, dapat menjadi lokasi penelitian, pengembangan teknologi, maupun pengujian inovasi yang relevan dengan kebutuhan perkebunan.

“Kami membuka ruang. Lahan-lahan kami yang tidur itu bisa dibuat produktif, bisa ditanami, bisa bekerja sama,” ujarnya.

Adsense

Selain lahan, PTPN I membuka peluang kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan perkebunan.

Baca juga : AP2LN: Ikusei Shuro Jadi Momentum Tingkatkan Kualitas Pemagangan

Salah satunya melalui penerapan Internet of Things (IoT) dan berbagai inovasi digital yang dapat dikembangkan bersama perguruan tinggi.

Kolaborasi tersebut juga dapat diperluas melalui program magang. Mahasiswa diberi kesempatan mengenal proses bisnis secara langsung, mengidentifikasi persoalan di lapangan, sekaligus menguji pengetahuan akademik melalui pengalaman kerja nyata.

Rivai menilai, kebutuhan talenta untuk mendukung industri hijau tidak terbatas pada bidang teknik.

Transformasi bisnis membutuhkan dukungan dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknologi informasi, akuntansi, keuangan, manajemen, komunikasi hingga ilmu sosial.

“Keilmuan bukan hanya dari sisi teknis. Keahlian sosial juga kita butuhkan karena di perkebunan kita mengakomodasi masyarakat yang ada di lingkungan itu,” katanya.

Menurut dia, karakteristik bisnis perkebunan membuat aspek lingkungan dan sosial tidak dapat dipisahkan dari pencapaian kinerja perusahaan.

Karena itu, talenta masa depan perlu memiliki kemampuan teknis sekaligus pemahaman mengenai keberlanjutan, efisiensi sumber daya, perubahan iklim, serta hubungan perusahaan dengan masyarakat.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Rektor USB YPKP Bandung, Prof. Diana Sari.

Baca juga : PTPN I Undang Investor Garap Hilirisasi Hingga Hospitality

Ia mengatakan, pengembangan Green Campus yang dilakukan perguruan tinggi akan semakin kuat apabila terhubung dengan dunia industri.

USB YPKP Bandung telah menjalankan sejumlah program lingkungan, antara lain penanaman lebih dari 1.000 pohon, Green Action, penghematan energi dan air, pengembangan teknologi panel surya oleh dosen, serta keterlibatan dalam program pengelolaan sampah di Kota Bandung.

“Kami seperti gayung bersambut. Kami sudah memiliki program dan ternyata PTPN I juga concern terhadap climate change dan isu lingkungan,” ujar Diana.

Menurut Diana, konsep Green Campus tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan fasilitas ramah lingkungan.

Lebih dari itu, konsep tersebut bertujuan membentuk pola pikir dan kebiasaan seluruh warga kampus dalam menggunakan energi dan sumber daya secara efisien.

Bagi mahasiswa, keterhubungan dengan industri juga membuka peluang untuk mengembangkan penelitian yang memiliki manfaat langsung.

Raffael Mikyal Ashtariq, mahasiswa Teknik Elektro USB YPKP Bandung, menilai kesempatan riset dan magang di industri dapat memperkaya pengalaman mahasiswa.

“Sebagai mahasiswa Teknik Elektro, saya melihat ilmu yang kami pelajari bisa diterapkan langsung di industri. Kalau ada kesempatan riset atau magang di PTPN I, tentu menarik karena kami bisa belajar dari persoalan nyata di lapangan, tidak hanya dari teori di kampus,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense