Dark/Light Mode

AP2LN: Ikusei Shuro Jadi Momentum Tingkatkan Kualitas Pemagangan

Kamis, 1 Oktober 2026 19:29 WIB
Foto: AP2LN.
Foto: AP2LN.

RM.id  Rakyat Merdeka - Penerapan sistem Ikusei Shuro di Jepang mulai 1 April 2027 dinilai dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemagangan luar negeri.

Penguatan pendidikan, pelatihan bahasa Jepang, sertifikasi kompetensi, hingga kesiapan calon peserta sebelum keberangkatan dinilai semakin penting.

Pandangan tersebut disampaikan Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN), yang menaungi ratusan Lembaga Pelatihan Kerja-Sending Organization (LPK-SO).

AP2LN terlibat dalam penyelenggaraan puluhan ribu proses pemagangan luar negeri setiap tahun secara profesional dan terintegrasi.

Ketua Umum AP2LN Firman Budiyanto mengatakan, perubahan sistem pemagangan di Jepang merupakan peluang untuk memperkuat kualitas ekosistem pemagangan Indonesia-Jepang secara menyeluruh.

Baca juga : Magang Di BPJS Kesehatan Dapat Uang Saku Setara UMK, Ini Link Dan Cara Daftarnya

"Perubahan menuju Ikusei Shuro merupakan momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas calon peserta sejak dari dalam negeri. Penguatan pendidikan, kemampuan bahasa Jepang, sertifikasi kompetensi, serta kesiapan mental dan budaya sebelum keberangkatan menjadi semakin penting agar peserta dapat mengikuti standar yang ditetapkan Jepang sekaligus beradaptasi dengan lingkungan kerja di sana," ujarnya di sela-sela acara Rakernas AP2LN di Manhattan Hotel, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Ikusei Shuro akan menggantikan Technical Intern Training Program (TITP) dengan orientasi yang lebih menitikberatkan pada pengembangan kompetensi sekaligus pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia di Jepang, termasuk pengembangan keterampilan menuju standar Specified Skilled Worker (SSW).

Menurut Firman, perubahan sistem tersebut juga menuntut lembaga penyelenggara pemagangan di Indonesia menyesuaikan regulasi, standar pelatihan, dan mekanisme penyelenggaraan program.

Karena itu, anggota AP2LN didorong meningkatkan kapasitas agar proses transisi dapat berlangsung tertib dan memberikan manfaat optimal bagi peserta.

Di sisi lain, AP2LN mencermati berkembangnya pembahasan mengenai kemungkinan perubahan kewenangan pengelolaan pemagangan luar negeri dari Kementerian Ketenagakerjaan kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Baca juga : Gaji Setara UMP! Buruan Daftar Magang Hub Kemnaker Batch 2 Mulai Dibuka Hari Ini

AP2LN menilai, kepastian regulasi dan kesinambungan program perlu menjadi perhatian bersama. AP2LN mengapresiasi peran Kementerian Ketenagakerjaan dalam membangun, membina, dan mengawasi ekosistem pemagangan luar negeri, termasuk kerja sama yang selama ini terjalin dengan Pemerintah Jepang.

Pada saat yang sama, fungsi pelindungan pekerja migran yang menjadi perhatian KP2MI juga dinilai penting untuk memastikan keamanan, kesejahteraan, dan pemenuhan hak-hak warga negara Indonesia di luar negeri.

"Kami melihat fungsi pembinaan pemagangan dan fungsi pelindungan pekerja migran sebagai dua aspek yang sama-sama penting. Karena itu, yang dibutuhkan adalah koordinasi dan sinergi agar perubahan tata kelola nantinya tetap mempertimbangkan karakteristik Ikusei Shuro, kesinambungan kerja sama bilateral Indonesia-Jepang, serta kesiapan seluruh pemangku kepentingan," kata Firman.

Lebih lanjut, AP2LN memandang kepastian kebijakan diperlukan untuk menjaga keberlangsungan operasional Lembaga Pengirim (Sending Organization), proses keberangkatan calon peserta, kesinambungan kerja sama dengan mitra di Jepang, serta perlindungan peserta Indonesia yang saat ini berada di Jepang.

AP2LN berharap, pembahasan tata kelola dan mekanisme transisi dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah Jepang, pelaku industri, serta penyelenggara pemagangan.

Baca juga : Kemenkop Tekankan Program Magang Pengurus KDKMP Bekal Bangun Koperasi Modern

Keterlibatan penyelenggara dinilai penting karena memiliki pengalaman langsung dalam proses seleksi, pendidikan dan pelatihan, pembekalan bahasa, hingga penempatan peserta di Jepang.

"AP2LN menghormati seluruh proses pembahasan dan keputusan pemerintah. Kami berharap para penyelenggara pemagangan juga dapat dilibatkan dalam penyusunan kebijakan maupun mekanisme transisi, sehingga perubahan dapat berjalan terukur, memberikan kepastian bagi seluruh pihak, serta tetap mengutamakan kepentingan dan perlindungan peserta," kata Wakil Ketua Umum AP2LN Arif Ramadhan.

AP2LN menilai, penerapan Ikusei Shuro dapat menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang kompeten dan berdaya saing internasional.

Dengan persiapan yang lebih baik di dalam negeri dan tata kelola yang memberikan kepastian, kerja sama Indonesia-Jepang di bidang pengembangan sumber daya manusia diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.