BREAKING NEWS
 

WHA Raih Penghargaan dalam Gelaran Indonesia Halal Awards 2026

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 8 Oktober 2026 20:09 WIB
Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH Fertiana Santy memberikan penghargaan kepada perwakilan World Halal Authority (Foto: Dok. WHA).

RM.id  Rakyat Merdeka - World Halal Authority (WHA), lembaga sertifikasi halal internasional yang berpusat di Milan, Italia, dinobatkan sebagai penerima penghargaan Excellence in European Halal Certification Innovation and Export Assurance, di Trans Hotel Jakarta, Minggu (20/9/2026). Penghargaan diberikan pada gelaran Indonesia Halal Awards 2026 yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam rangkaian The 5th Summit of Halal-20 (H20). Penghargaan ini menempatkan WHA sebagai penerima dari klaster internasional, mewakili kontribusi lembaga sertifikasi halal Eropa dalam memperkuat infrastruktur jaminan halal lintas benua.

Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH sekaligus anggota Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026, Fertiana Santy, menerangkan bahwa Klaster Internasional Indonesia Halal Awards 2026 memberi ruang pengakuan bagi lembaga sertifikasi halal lintas negara yang memiliki model operasional khas dan kontribusi nyata pada ekosistem halal global.

“WHA menampilkan arsitektur layanan sertifikasi halal Eropa yang terintegrasi, mulai dari asesmen teknis, pelatihan, layanan advisory, hingga infrastruktur verifikasi sertifikat yang transparan," ujar Fertiana, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (9/10/2026).

Baca juga : Ombudsman Dukung Wajib Halal Oktober 2026 sebagai Hak Publik

Penghargaan diberikan setelah melalui proses penjurian berlapis oleh Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026 yang beranggotakan empat tokoh lintas kompetensi. Pertama, Prof. Zilhadia (Dekan FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Guru Besar Bidang Analisis Farmasi) untuk domain halal science, obat, kosmetik, dan bahan baku. Kedua, Fertiana Santy (Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH) untuk domain regulator dan kemitraan halal. Ketiga, Arief Hidayat Thamrin (Koordinator Data Riset dan Awards Management Specialist sekaligus CEO Salutee), untuk domain riset, media, dan awards management. Keempat, Prof. Istianingsih Sastrodiharjo, (Guru Besar Universitas Bhayangkara Jakarta Raya), untuk domain corporate governance, etika bisnis, dan kinerja organisasi.

Dalam pertimbangan penjurian, WHA dinilai atas model operasional yang khas sebagai lembaga sertifikasi halal berbasis Eropa. WHA mengkombinasikan asesmen teknis, alur kerja terdigitalisasi, verifikasi sertifikat berbasis publik, program pelatihan, layanan advisory, serta komitmen risk-sharing dengan klien melalui skema pengembalian biaya sertifikasi dan audit tahun berjalan jika sertifikat tidak diakui di pasar tujuan tertentu, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Kombinasi layanan inilah yang menurut dewan juri menjadikan WHA sebagai representasi lembaga sertifikasi halal Eropa dengan arsitektur layanan yang terintegrasi.

Adsense

Dewan juri juga menyoroti kedalaman cakupan sektoral WHA. Berdasarkan publikasi korporasi, WHA menyediakan layanan sertifikasi halal untuk delapan sektor industri, mencakup agrifood, kesehatan dan bantuan, kosmetik, katering dan hotel, perawatan diri, mobilitas dan logistik, kimia dan farmasi, serta keuangan dan asuransi. Keluasan cakupan sektoral ini memberi WHA profil khas sebagai lembaga sertifikasi halal multi-sektor, bukan sekadar lembaga pangan.

Baca juga : BPJPH: Momentum Bersejarah Wajib Halal Sepenuhnya Diterapkan di Era Prabowo

Kapabilitas kelembagaan WHA turut menjadi dasar pertimbangan. Berdasarkan statistik yang dipublikasikan WHA di laman resminya, lembaga ini mencatatkan lebih dari 1.000 klien, 12.000 sertifikat yang telah diterbitkan, 5.000 audit, 25.000 produk tersertifikasi, dan 5.000 jam pelatihan.

WHA juga menerapkan proses sertifikasi empat tahap yang terstruktur. Mulai dari administrasi awal, telaah teknis, audit atau inspeksi lapangan, hingga penerbitan sertifikat dengan referensi dan aktivitas yang terdefinisi. Infrastruktur verifikasi sertifikat publik WHA memungkinkan pengguna memeriksa nomor sertifikat, nama perusahaan, kategori, tanggal terbit, kedaluwarsa, dan status validitas secara daring.

Profil internasional WHA turut memperkuat kelayakan nominasi. Pada 29 November 2024, Kementerian Luar Negeri Malaysia melaporkan kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi ke kantor pusat WHA di Milan. Kunjungan ini menjadi penanda pengakuan diplomatik tingkat tinggi atas peran WHA dalam ekosistem sertifikasi halal Eropa dan konektivitas perdagangan halal lintas kawasan.

Baca juga : IBSW Apresiasi Aturan Produk Halal Impor, Sebut Perkuat Kedaulatan

Fertiana menambahkan, cakupan sektoral WHA yang luas dan komitmen risk-sharing dengan klien menjadi faktor pembeda yang menonjol dalam deliberasi dewan juri. Dewan juri memandang model layanan WHA sebagai contoh bagaimana lembaga sertifikasi halal di luar negara mayoritas Muslim dapat membangun infrastruktur jaminan halal yang kredibel, berorientasi ekspor, dan selaras dengan kebutuhan produsen Eropa yang ingin masuk ke pasar halal global. 

“Pengakuan ini sekaligus menegaskan pentingnya kemitraan lintas kawasan dalam membangun rantai pasok halal yang saling mengakui standar, terutama menjelang penerapan penuh Wajib Halal di Indonesia pada Oktober 2026," tambahnya.

Indonesia Halal Awards 2026 juga memberikan pengakuan kepada penerima dari delapan klaster lain, mencakup Lembaga Pemeriksa Halal, Badan Usaha Milik Negara, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal, Pendamping Proses Produk Halal, Pemerintah Daerah, Makanan Minuman dan Kosmetik, Leadership, serta Institusi Keuangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense