BREAKING NEWS
 

Pendapatan Negara Tumbuh 25,5 Persen, Capai Rp 2.341,5 Triliun

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 9 Oktober 2026 19:47 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Foto: Dok. Kementerian Keuangan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Keuangan mencatat pendapatan negara telah terealisasi sebesar Rp 2.341,5 triliun hingga 30 September 2026.

Angka ini tumbuh 25,5 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1.865,9 triliun.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa realisasi tersebut telah mencapai 74,2 persen dari target pendapatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp 3.153,6 triliun.

Dengan demikian, ia mengatakan bahwa realisasi pendapatan negara berada di jalur yang tepat untuk mencapai target APBN 2026.

"Kita tahu kalau akhir September itu berarti tiga per empat dari satu tahun. Tiga per empat itu sekitar 75 persen, jadi kalau pendapatan negara sudah terkumpul 74 persen, ini on track," ujar Suahasil dalam Konferensi Pers APBNKita, Jumat (9/10).

Baca juga : Belanja Negara Tembus Rp 2.660,5 Triliun, Pemerintah Pastikan APBN Sehat

Lebih lanjut, ia merinci sumber-sumber pendapatan negara beserta kontribusinya terhadap realisasi pendapatan hingga September 2026.

Penerimaan pajak masih menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp 1.607,6 triliun, atau 68,6 persen dari total pendapatan negara hingga akhir triwulan III 2026.

Suahasil menerangkan bahwa penerimaan pajak tumbuh 24,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Adsense

Sebagian besar penerimaan pajak ditopang oleh Pajak Penghasilan (PPh) nonmigas sebesar Rp 809,3 triliun, diikuti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp 683,3 triliun.

Suahasil mengatakan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak yang membaik tersebut didorong oleh beberapa faktor, seperti penguatan administrasi perpajakan serta peningkatan transaksi dan aktivitas ekonomi.

Baca juga : Menkeu: Anggaran Pendidikan 2027 Naik Jadi Rp 824 Triliun

"Dan tentu kita harapkan ini akan terus menguat ke depannya," tuturnya.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi kontributor terbesar kedua terhadap pendapatan negara, dengan realisasi mencapai Rp 492,3 triliun.

Angka tersebut tumbuh 41,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan menyumbang 21,02 persen dari total pendapatan negara hingga September 2026.

Namun, realisasi tersebut masih di bawah target APBN sebesar Rp 549,2 triliun. Adapun PNBP hingga September bersumber dari pendapatan sumber daya mineral (SDM) sebesar Rp 223,1 triliun, pendapatan kekayaan negara dipisahkan (KND) sebesar Rp 58 triliun, PNBP lainnya sebesar Rp 117,3 triliun, dan badan layanan umum (BLU) sebesar Rp 93,9 triliun.

Beberapa faktor yang mendorong peningkatan PNBP antara lain setoran Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) kepada negara sebesar Rp 38,65 triliun selama periode 2025–2026.

Baca juga : Menkeu Puji BGN Makin Tertib, Realisasi MBG Tembus Rp 153,2 Triliun

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dan batu bara turut mendorong pertumbuhan PNBP sumber daya alam (SDA) migas dan nonmigas masing-masing sebesar 19,4 persen dan 30,1 persen secara tahunan.

"Namun, kita akan terus berusaha supaya ada penerimaan PNBP tambahan karena belanja akan meningkat. Kenapa belanja meningkat? Karena harga minyak meningkat, sehingga kita harus membayar subsidi lebih besar, dan ini menjadi cara kita mengelola APBN yang harus kita lakukan balancing terus-menerus," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense